Gubernur Pramono Fokuskan Penanganan Banjir Jakarta Lewat Normalisasi Kali Cakung Lama dan Ciliwung

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan percepatan normalisasi sungai dan kali menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menghadapi curah hujan tinggi yang diperkirakan masih berlangsung hingga 1 Februari 2026.
Pramono mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan masih tinggi sehingga langkah penanganan perlu segera dilakukan untuk mengurangi potensi banjir dan genangan di sejumlah wilayah.
"Penanganan pada Kali Cakung Lama dan Kali Angke perlu segera dilakukan untuk mengurangi genangan, mengingat curah hujan masih tinggi," kata Pramono di Balairung, Balai Kota Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Ahmed Zaki Sebut Reformasi PSSI Perkuat Fondasi Pembinaan Usia Dini dan Infrastruktur
Ia menjelaskan, Pemprov DKI telah menyetujui untuk kembali melanjutkan normalisasi Kali Cakung Lama, normalisasi Sungai Ciliwung, serta normalisasi Kali Krukut.
Namun, karena Kali Krukut saat ini belum terdampak banjir, pihaknya memutuskan memfokuskan percepatan pekerjaan pada Kali Cakung Lama dan Sungai Ciliwung.
Pramono menyebutkan, lokasi-lokasi yang lahannya telah dibebaskan akan segera dibersihkan dan dilanjutkan dengan pembangunan turap.
Untuk normalisasi Sungai Ciliwung, pembangunan tanggul atau turap akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Sementara untuk normalisasi Kali Cakung Lama akan dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta dan menjadi prioritas dalam penanganan banjir jangka menengah," ujarnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga memutuskan pembangunan embung atau Waduk Polor di Bendung Polor, Kali Angke.
Embung tersebut berfungsi menahan aliran air hujan agar tidak seluruhnya langsung mengalir ke Cengkareng Drain, terutama di tengah kondisi curah hujan yang masih tinggi.
Menurut politikus PDIP itu, pembangunan embung tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir agar dampaknya terhadap kawasan permukiman dan aktivitas warga dapat diminimalkan.
Baca Juga: Prediksi Skor Porto vs Rangers di UEL, 30 Januari 2026: Misi Delapan Besar Dragoes
"Embung ini bertujuan menahan aliran air hujan agar tidak seluruhnya langsung mengalir ke wilayah Cengkareng Drain, mengingat curah hujan masih tinggi," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


