Jakarta

Aksi Tawuran Marak di Jakarta Selama Ramadhan, Legislator Golkar Farah Savira Minta Pengawasan Ditingkatkan pada Siang hingga Malam Hari

Yasmina Nuha | 9 Maret 2025, 17:05 WIB
Aksi Tawuran Marak di Jakarta Selama Ramadhan, Legislator Golkar Farah Savira Minta Pengawasan Ditingkatkan pada Siang hingga Malam Hari

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyoroti potensi meningkatnya aksi tawuran di bulan Ramadhan, terutama pada malam hari.

Politikus Golkar itu menekankan, pengawasan dan pencegahan aksi tawuran ini sangat penting dilakukan, baik pada siang maupun malam hari.

"Biasanya tawuran rentan terjadi di malam hari. Karena itu, kita tidak hanya memonitor di siang hari, tetapi juga di malam hari," ujar Farah kepada wartawan, Minggu (9/3/2025).

Baca Juga: Antisipasi Curah Hujan Tinggi pada 11-20 Maret, Pemprov DKI Akan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC Lagi

Secara teknis, kata Farah, Dinas Pendidikan (Disdik) tidak memiliki kewenangan langsung dalam menangani aksi tawuran.

Karena itu, mereka harus memfokuskan anak-anak tersebut dengan kegiatan belajar-mengajar.

Pihaknya juga mendorong penambahan ilmu pendidikan. Termasuk pendidikan religi dengan metode yang lebih santai dan menyenangkan bagi siswa.

Selain itu, ia menegaskan perlu sosialisasi mengenai konsekuensi bagi siswa yang terlibat tawuran.

"Apakah akan ada sanksi atau hukuman, baik ringan maupun berat? Untuk yang berat, dampaknya bisa ke KJP," kata Farah.

Menurutnya, peran orang tua juga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam aksi tawuran.

Sebab, terdapat fenomena di kalangan anak-anak yang meminta izin keluar untuk mengaji, namun malah pergi bermain.

"Kita harus menyampaikan bahwa ini adalah kerja bersama. Setelah reses di beberapa tempat, kita melihat bahwa pengawasan dari RT/RW juga sangat penting," ungkapnya.

Baca Juga: Pembangunan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait Resmi Dimulai, Ini Pesan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Saat Peletakan Batu Pertama

Farah menambahkan, tempat-tempat yang sering menjadi lokasi berkumpul anak-anak, seperti sekitar masjid, juga perlu diawasi.

Meski demikian, tidak harus ada intervensi langsung, jika ada indikasi aksi tawuran atau perilaku negatif lainnya, harus segera ada tindakan.

"Tidak hanya Dinas Pendidikan di tingkat sekolah, tetapi juga kerja sama lintas sektor. Keluarga pun memiliki peran penting dalam pengawasan anak-anak," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.