Jakarta

Ketum Megawati Larang Kepala Daerah dari PDIP Ikut Retret di Magelang, Rano Karno: Tanya Langsung ke Pramono!

Yasmina Nuha | 21 Februari 2025, 16:22 WIB
 Ketum Megawati Larang Kepala Daerah dari PDIP Ikut Retret di Magelang, Rano Karno: Tanya Langsung ke Pramono!

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, enggan mengomentari lebih lanjut terkait Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang melarang kepala daerah dari partainya ikut retret di Magelang.

Bang Doel, sapaan akrabnya, meminta wartawan untuk menanyakan hal tersebut langsung kepada para petinggi DPP PDIP.

Ia menegaskan bahwa dirinya saat ini sedang fokus bekerja melaksanakan tugasnya sebagai Wakil Gubenur Jakarta.

Baca Juga: Prediksi Skor Rennes vs Reims, 22 Februari 2025: Duel Sengit Tim Papan Bawah Ligue 1

"Ah itu tanya sama DPP. Tugas saya sekarang wakil Gubernur, bekerja, ini lah tugas saya pertama," ujar Bang Doel di kawasan Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).

Saat ditanya apakah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ikut retret atau tidak? Rano juga enggan menjawab. Ia menyuruh wartawan menanyakan langsung ke Pramono.

Namun, ia tetap mengatakan bahwa dirinya sudah diundang untuk mengikuti Retret Kepala Daerah bersama wakil gubernur lainnya pada tanggal 27-28 Februari.

"Saya kan undangan (mengikuti retreat kepala daerah) tanggal 27 (Februari). (Pramono ikut Retret atau tidak) itu tanya sama beliau ya," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melarang kepala dan wakil kepala daerah dari partainya ikut kegiatan retret di Magelang yang dimulai pada Jumat, (21/2/2025).

Diketahui, kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih di Pilkada 2024 akan mengikuti retret atau pembekalan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah pada 21-28 Februari 2025.

Baca Juga: Jurnalis Mesir ini Ungkap Masa depan Mohamed Salah di Liverpool, Atta: Gila! Tawaran Gajinya Lebih Rendah dari Saat Ini

Adapun instruksi tersebut disampaikan Megawati melalui surat bernomor 7294 /IN/DPP//2025 pada Kamis (20/2/2025).

Megawati menegaskan, perintah penundaan retret ini berkaitan dengan dinamika politik nasional yang terjadi, terutama setelah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.