4 Rekomendasi Wisata Religi di Magelang, Nomor 3 untuk Umat Katolik dan Nomor 4 untuk Umat Buddha

AKURAT JAKARTA - Selain memiliki destinasi wisata air, Magelang, Jawa Tengah, juga menyimpan destinasi religi yang patut dikunjungi para peziarah.
Tentu, destinasi religi ini cocok bagi kamu yang sedang dilanda kekeringan spriritualitas dan ingin pada Lebaran Idulfitri ini menjadi momen perbaikan diri.
Namun, destinasi wisata religi di Magelang bukan hanya untuk kalangan umat islam.
Baca Juga: Ketahuan Gunakan Gas Bersubsidi saat Masak Besar, Prilly Latuconsina Minta Maaf, Begini Dalihnya
Sebab, di Magelang juga berdiri Museum MISI yang menjadi destinasi wisata bagi umat katolik dan Mendut Buddhist Monastery, vihara bagi umat Buddha.
Dirangkum dari Majalah Panduan Wisata Pemerintah Kabupaten Magelang, ada empat destinasi yang bisa menjadi wisata religi di Magelang:
1. Makam Aulia Gunungpring
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Demak Cocok untuk Libur Lebaran Idulfitri, Nomor Terakhir Bikin Bertanya-tanya Ke Mana Saja Sih Pemerintah
Gunungpring berarti Gunung Bambu merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
Desa ini memiliki keunikan tersendiri di mana di tengah-tengah desa terdapat sebuah bukit yang banyak ditumbuhi pohon bambu.
Itulah asal mula desa ini diberi nama Gunungpring.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Air di Magelang, Cocok untuk Kamu Yang Hobi Basah-basahan di Hari Lebaran
Di puncak Bukit Bambu terdapat kompleks makam para Auliya, Ulama.
Di sini juga dimakamkan salah satu wali di tanah Jawa, yakni Raden Santri.
Raden Santri merupakan putra Kyai Ageng Pemanahan yang masih keturunan Prabu Brawijaya, Majapahit.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Kuliner saat Kamu Mudik ke Semarang, Nomor 4 Punya Nama di Luar Nurul, Ciamik Punya!
Raden Santri bergelar Pangeran Singasari.
Desa Gunungpring memiliki tradisi rutin, antara lain, Haul Hadratus syaih Simbah Kyai Haji Dalhar, Haul Simbah Kyai R. Santri dan Simbah Gus Jogorekso, serta Sadranan (Birul Walidain)
2. Makam Sunan Geseng
Baca Juga: Mau Isi Libur Lebaran dengan Rekreasi ke TMII Jakarta? Segini Harga Tiket Masuk dan Cara Belinya Lewat Online
Sunan Geseng memiliki nama asli Eyang Cokrojoyo.
Sunan Geseng yang merupakan murid Sunan Kaljaga.
Makan Sunan Geseng b diyakini berada di Dusun Tirto, Desa Tirto, Kecamatan Grabag.
Baca Juga: Jadwal Buka dan Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Ragunan Selama Libur Lebaran 2024, Jangan Sampai Salah Waktu! Begini Cara Beli Tiketnya
Makam Sunan Gesang ramai dikunjungi terutama saat Malam Selikuran atau tanggal 21 bulan Ramadan dan malam Jumat.
3. Museum MISI Muntilan dan Kerkhof
Museum khusus pengembangan nilai-nilai karya misi Keuskupan Agung Semarang (KAS) rintisan Pater Frans Van Lith.
Baca Juga: CATAT! Kebun Binatang Ragunan Buka Lagi Tanggal 12 April, Berikut Sarana Rekreasi Beserta Tarif Tiketnya
Museum ini sudah ada sejak tahun 1998 sebagai refleksi Sejarah Gereja Keuskupan Agungan Semarang.
Museum Misi Muntilan ini beralamat di Jalan. Kartini 3, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
Tak jauh dari Museum MISI terdapat makam kehormatan Katholik atau Kerkhof Muntilan.
Baca Juga: Ketua MUI Minta Umat Islam Jadikan Lebaran Idul Fitri 2024 Momentum untuk Rekonsiliasi Nasional, Ini Alasannya
Kerkhof menyimpan sejarah besar penyebaran Agama Katholik di Jawa.
Di Makam tersebut ada seorang Romo dari Belanda Bernama Romo Fransiskus Gregorius Van Lith S. Atau bisa disebut Romo Van Lith.
4. Mendut Buddhist Monastery
Baca Juga: Apa Itu Anemia Aplastik? Penyakit yang Disebut Jadi Penyebab Meninggalnya Komika Babe Cabita, Begini Penjelasan dr. Ngabila Salama
Merupakan tempat bagi para biksu dan biksuni untuk beribadah atau berkumpul dan belajar Agama Buddha.
Kompleks vihara ini terdiri dari beberapa tempat ibadah,
asrama, perpustakaan umum dan taman.
Hampir semua bagian vihara ini bebas didatangi pengunjung, kecuali asramanya.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Wonderful World, Drama Korea Terbaru Cha Eun Woo
Pengunjung juga bebas menyalakan hio dan berdoa di sana.
Di sini terdapat beberapa patung Buddha, seperti patung Buddha tidur dan patung Buddha yang paling kurus.
Selain itu, vihara ini bertumbuh satu pohon langka yang memiliki bunga unik, yakni bunga Sal atau Canonball Flower.
Bunga Sal memiliki kelopak yang tebal dengan benangsari berwarna oranye yang menjulur dari batang sari.
Baca Juga: Rayakan Lebaran Idulfitri Kurang Lengkap Tanpa Ziarah Kubur, Perhatikan Adab saat Memasuki Area Makam
Sehingga bunga ini terlihat dengan kaki ubur-ubur.
Bunga Sal tumbuh di ranting-ranting pohon dan menebarkan wangi lembut yang khas.
Mendut Buddhist Monastery berada dekat sekali dengan Candi
Mendut.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






