Jakarta

Jumlah Persentase Penduduk Miskin Menurun, Anggota DPRD DKI dari Golkar Farah Savira Minta Pemprov DKI Prioritas Bantuan Sosial

Yasmina Nuha | 20 Januari 2025, 19:23 WIB
Jumlah Persentase Penduduk Miskin Menurun, Anggota DPRD DKI dari Golkar Farah Savira Minta Pemprov DKI Prioritas Bantuan Sosial

AKURAT JAKARTA - Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,16 persen pada September 2024.

Dengan penurunan persentase tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar, Farah Savira menginginkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat terus memprioritaskan pelaksanaan program sosial.

"Untuk bantuan sosial itu memang perlu dipertahankan. Banyak program bantuan sosial yang diberikan Pemprov DKI Jakarta," ujar Farah dalam keterangannya, Senin (20/1/2025).

Baca Juga: Kritisi Pergub Bolehkan ASN Poligami, Anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Farah Savira: Langkahi Ranah Privasi dan Normalisasi Praktik Tak Wajar

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, berbagai program sosial yang digulirkan Pemprov DKI Jakarta telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Contohnya Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk pendidikan, lalu bantuan untuk anak hingga lansia. Masyarakat yang rentan itu bisa dibantu jaring pengaman sosialnya oleh Pemprov DKI Jakarta," tuturnya.

Farah mengatakan, penurunan jumlah penduduk miskin tersebut menunjukan program dan kerja yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sudah berhasil.

Baca Juga: Prihatin Soal Kebakaran Glodok Plaza, Politisi Golkar Imbau Warga Gunakan Teknologi Modern untuk Cegah Kebakaran

Namun, ia menyarankan agar pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap program-program yang sudah berjalan dan mengembangkan program baru yang lebih inovatif dan efektif.

"Ini bukan berarti kita selesai untuk menuntaskan kemiskinan, tapi justru menjadi tolok ukur untuk program yang efektif ke depannya," tuturnya.

Farah menyoroti sejumlah kontributor yang meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satunya yakni peningkatan daya beli masyarakat agar bisa mencukupi kebutuhan.

Baca Juga: Kasus Perceraian ASN di Jakarta Tahun 2024 Capai 116 Kasus, Jadi Salah Satu Alasan Wamendagri Dukung Pergub Soal Poligami

Untuk terus meningkatkan kualitas hidup, ia menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta memperbanyak program pelatihan untuk masyarakat.

"Misalkan dengan menambah produktivitas, banyak pelatihan-pelatihan yang dicanangkan.
Setelah pelatihan juga dipastikan mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan gaji baik. Terakhir, nanti ke depannya juga ada peningkatan kapasitas," ungkapnya.

Ia menambahkan, beberapa program lainnya perlu ditingkatkan, seperti kualitas layanan kesehatan, pendidikan, peningkatan kualitas pemukiman, dan lain-lain.

"Juga ekosistem di sekitar, baik dari sistem transportasi itu juga menunjang dengan harga yang terjangkau tapi memberikan pelayanan yang terbaik," tandasnya.

Sebelumnya, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 4,14 persen atau 449,07 ribu orang.

Jumlah tersebut menurun sebesar 0,16 persen dibandingkan periode Maret 2024 yang mencapai 4,30 persen atau 464,93 ribu orang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y