Jakarta

Jumlah Pemudik Lebaran 2025 Menurun, Sekretaris Fraksi Golkar Andri Santosa Tegaskan Perlu Kajian Mendalam

Yasmina Nuha | 7 April 2025, 21:30 WIB
Jumlah Pemudik Lebaran 2025 Menurun, Sekretaris Fraksi Golkar Andri Santosa Tegaskan Perlu Kajian Mendalam

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa menanggapi terkait fenomena penurunan jumlah pemudik pada Lebaran Idulfitri 1446 H/2025 M.

Andri mengatakan, Lebaran 2025 memunculkan dinamika yang berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Meski menjadi momen yang dinanti oleh jutaan perantau, geliat mudik tahun ini justru mengalami penurunan signifikan.

Baca Juga: Kapan 10 Taman di Jakarta Mulai Beroperasi hingga Malam Hari? Berikut Penjelasan dari Wagub Rano Karno

Menurut hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik Lebaran 2025 diproyeksikan hanya sekitar 146,48 juta orang, turun 24,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang.

"Secara Nasional jika mengacu hasil survey memang ada penurunan, khusus pemudik Jakarta saya kira perlu dilakukan kajian serta pendalaman lagi berkenaan dengan data pemudik," ujar Andri kepada Akurat Jakarta, Senin (7/4/2025).

Misalnya, menurut Andri, potensi adanya perubahan penggunaan moda transportasi, masa libur panjang yang bisa dipilih untuk berangkat, serta faktor sosial ekonomi lain yang jadi pertimbangan saat mudik lebaran tahun ini.

Baca Juga: Puncak Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025 di Jakarta Berlangsung Normal, Kadishub DKI Ungkap Ini Alasannya

Ia menjelaskan, Idulfitri tahun 2025 ini berhimpitan dengan musim liburan sebelumnya yaitu Natal 2024 dan tahun baru 2025, yang mana saat itu juga sudah ada libur panjang.

"Saat Nataru sudah ada libur Panjang, dimungkinkan banyak warga masyarakat yang memanfaatkan momentum itu untuk pulang kampung sekaligus berlibur," tuturnya.

Selain itu, lanjut Andri, libur lebaran ini juga berdekatan dengan tahun ajaran baru sekolah pada bulan Mei dan Juni.

Baca Juga: Sistem Bank DKI Diduga Kena Serangan Siber, Stafsus Gubernur DKI: Kami Belum Terima Informasi Itu, Kalau ATM Tidak Ada Masalah!

"Selain itu juga dengan masuknya tahun ajaran baru sekolah yang mana perlu biaya juga baik untuk masuk sekolah baru/kuliah ataupun yang lainnya," katanya.

"Tentu itu bisa menjadi pertimbangan bagi Masyarakat untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini," imbuhnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu menambahkan, panjangnya masa libur kali ini juga memungkinkan terjadinya sebaran waktu mudik.

"Mengacu pada yang disampaikan Jasa Marga bahwa Jumlah kendaraan meninggalkan Jakarta pada masa mudik 2025 ini adalah 1.638.643 kendaraan naik 0,91% dibanding 2024 yang sebanyak 1.623.417," terangnya.

Ia juga menjelaskan, senada dengan apa yang disampaikan Kakorlantas Polri perbandingan data mudik tahun 2024 dan 2025 yang dihitung dalam periode H-10 hingga H-1 Lebaran.

Total kendaraan keluar Jakarta melalui tol pada tahun 2025 ada sejumlah 1.765.102 kendaraan. Jumlah tersebut naik 0,41% dibanding kendaraan keluar Jakarta tahun 2024 yakni sebanyak 1.757.857 kendaraan.

Kemudian, saat Lebaran jumlahnya meningkat mendekati 2 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta.

"Survey dilakukan sampai H-1 Lebaran, sedangkan libur masih panjang yang umumnya aktivitas kebanyakan baru akan Kembali pada tanggal 9 April 2025. Tentu hal tersebut bisa ikut mempengaruhi penentuan waktu mudik," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y