Fraksi PDIP Sebut Jumlah APBD DKI 2023 Menurun, Heru Budi Sebut 2 Alasan Ini yang Jadi Penyebabnya

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Sunggul Sirait mencatat, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) awal yang diketok sebesar Rp83,7 triliun mengalami penurunan menjadi Rp79,52 triliun dalam APBD Perubahan.
Sunggul pun mempertanyakan mengenai penurunan tersebut apakah terjadi penurunan pendapatan daerah, efisiensi anggaran, atau ada program kerja Pemprov DKI yang ditunda atau dibatalkan.
Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan penurunan APBD sebesar Rp 5 triliun dibandingkan APBD Tahun Anggaran 2023 disebabkan terkait target pendapatan dan alokasi anggaran belanja.
Baca Juga: Lantik 71 ASN DKI Baru, Heru Budi Harap Dapat Memahami Tupoksi dengan Tepat
"Penurunan ini disebabkan penyesuaian terhadap capaian target pendapatan dan alokasi anggaran belanja yang lebih realistis," ujar Heru di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024).
Heru menjelaskan, penyesuaian target pendapatan dilakukan karena target Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah pada tahun-tahun sebelumnya sangat tinggi namun tidak tercapai.
Selain itu, ia menjelaskan terkait alokasi anggaran belanja diarahkan pada pemenuhan belanja prioritas yang berkesinambungan dengan implementasi program prioritas dalam mengedepankan pembangunan infrastruktur dan layanan perkotaan.
"Seperti penanggulangan banjir, penanganan kemacetan, penanganan sampah, pertumbuhan ekonomi dan sektor usaha, serta pemulihan ekosistem kota dan
implementasi pembangunan rendah karbon," imbuhnya.
Terakhir, ia menjelaskan prioritas belanja ini juga difokuskan pada pemberian bantuan dalam bentuk subsidi pelayanan publik, bantuan sosial, serta bantuan keuangan bagi pemerintah daerah lainnya dalam rangka kerja sama antar daerah.
Diketahui, berdasarkan laporan Pj Gubernur DKI Jakarta di Rapat Paripurna DPRD DKI pada tanggal 25 Juli lalu, perolehan Pendapatan Daerah Khusus Jakarta Tahun 2023 terealisasi sebesar Rp. 71,07 triliun atau 0.57 persen.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Sunggul Sirait turut mengapresiasi Pemprov DKI terkait hasil ini melebihi rencana yang ditargetkan pada APBD Jakarta yaitu Rp. 70,66 triliun.
Namun, ia mengatakan pelampauan Pendapatan Daerah sebesar 0.57 persen ternyata belum menjadi hasil kinerja maksimal dari Pemprov DKI dengan banyaknya pengelolaan aset-aset daerah yang belum dikelola dengan baik.
"Apalagi kedepannya kita menghadapi Jakarta pasca Ibukota, pendataan aset-aset menjadi poin krusial dalam memaksimalkan perolehan pendapatan daerah," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




