Jakarta

Koridor 1 dan 2 Transjakarta Bakal Dihapus, Pengamat Nilai Pemerintah Ingin Masyarakat Beralih Naik MRT

Yasmina Nuha | 21 Desember 2024, 22:33 WIB
Koridor 1 dan 2 Transjakarta Bakal Dihapus, Pengamat Nilai Pemerintah Ingin Masyarakat Beralih Naik MRT

AKURAT JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menanggapi terkait rencana Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menghapus atau menonaktifkan rute koridor 1 dan 2 Transjakarta.

Trubus mengatakan, kebijakan tersebut cukup baik lantaran untuk penataan transportasi publik, serta menghindari tumpang tindih antar Transjakarta dengan Moda Raya Terpadu (MRT).

"Dalam rangka untuk penataan ini ya baik saja, Mas. Dalam arti itu kan menghindari tumpang tindihnya (dengan MRT)," ujar Trubus kepada Akurat Jakarta, Sabtu (21/12/2024).

Baca Juga: Bingung Liburan Natal dan Tahun Baru Kemana? Ini Tempat Wisata Gratis di Jakarta Rekomendasi DPRD DKI

Ia menilai bahwa pemerintah menonaktifkan rute Transjakarta tersebut supaya masyarakat dapat beralih menggunakan transportasi umum MRT.

"Iya, arahnya ke sana. Sebenarnya kan baik, disitu kan supaya tidak tumpang tindih. Jadi semua masyarakat menggunakan MRT itu. Jadi tidak menggunakan busway lagi, itu kan maksudnya," tuturnya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa transportasi MRT di Jakarta juga sudah mulai aktif. Sehingga pemerintah ingin masyarakat juga bisa menggunakan MRT untuk mengurangi kepadatan penumpang Transjakarta.

Baca Juga: Simak! Berikut Lokasi Atraksi Menarik dan Pasar Kreatif yang Digelar Pemprov DKI Sambut Natal 2024

"Karena memang jalur itu kan sudah ada MRT-nya, sudah aktif, toh. Jadi busway-nya memang harus dikurangi, gitu. Supaya masyarakat menggunakan MRT itu begitu," katanya.

Terkait menguntungkan atau tidak bagi masyarakat, ia mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui pasti berapa jumlah penumpangnya.

Yang jelas, ia mengarahkan agar masyarakat dapat menggunakan MRT yang sudah disediakan pemerintah untuk mengefektifkan penggunaan transportasi publik.

"Kalau saya kan sisi pengamat lebih mengarahkan supaya orang menggunakan MRT saja lebih ini, kan. Karena kalau nggak, nanti MRT-nya nggak ada yang gunain. Jadi semua masih pakai busway semua nanti," tukasnya.

Diketahui, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan menghapus atau menghentikan rute Transjakarta yang bersinggungan dengan jalur MRT setelah jaringan selesai.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, layanan koridor satu Transjakarta dari Blok M sampai dengan Kota nanti ditiadakan.

"Penghapusan layanan tersebut setelah jalur MRT rute Lebak Bulus ke Stasiun Kota selesai dikerjakan, ini agar tidak saling tumpang tindih antarmoda transportasi umum tersebut," ujar Syafrin di Jakarta, Jumat (20/12/2024).

Ia menjelaskan, tidak hanya koridor satu, penghapusan rute Transjakarta juga akan dilakukan di koridor dua Pulogadung ke Harmoni, jika seluruh jaringan MRT sudah terbangun.

"Mereka akan dialihkan untuk mengisi kekosongan layanan lainnya. Demikian pula halnya dengan layanan yang nantinya akan berhimpitan dengan angkutan rel," tukasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y