Jakarta

Anies Baswedan Tegas Tidak Ingin Masuk Parpol, Sebut Ingin Bentuk Partai Sendiri

Yasmina Nuha | 31 Agustus 2024, 15:37 WIB
Anies Baswedan Tegas Tidak Ingin Masuk Parpol, Sebut Ingin Bentuk Partai Sendiri

AKURAT JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya batal maju berkontestasi di berbagai Pilkada serentak tahun 2024 ini.

Salah satu yang menjadi faktor penyebab Anies tidak bisa maju karena dirinya tidak ingin masuk ke dalam partai politik (parpol) manapun.

Menanggapi hal itu, mantan menteri pendidikan itu mengatakan bahwa dirinya enggan masuk parpol lantaran saat ini seluruh parpol sudah terkekang oleh kekuasaan.

Baca Juga: Maju di Pilkada DKI, Pramono Minta Mundur dari Sekretaris Kabinet ke Jokowi dan Megawati

"Nah gini, kalau masuk partai, pertanyaannya partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan?," ujar Anies melalui akun YouTube pribadinya, Jumat (30/8/2024).

"Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam, agak berisiko juga bagi yang mengusulkan. Jadi ini adalah sebuah kenyataan," imbuhnya.

Namun, bukannya ingin masuk parpol, Anies pun malah mengungkapkan bahwa dirinya tertarik untuk membentuk partai barunya sendiri.

Baca Juga: Cegah Penularan Mpox, Bandara Soetta Bakal Terapkan e-HAC Covid-19

Anies mengatakan, pembentukan partainya itu didorong untuk mengumpulkan semua semangat perubahan yang sekarang makin hari makin terasa besar.

"Dan itu menjadi sebuah kekuatan, diperlukan menjadi gerakan, maka membangun Ormas atau membangun partai baru, mungkin itu jalannya yang akan kami tempuh," tuturnya.

Kedepannya, lanjutnya, ia berharap tidak terlalu lama lagi mereka bisa membentuk parpol atau ormas sebagai wadah langkah-langkah konkret mereka yang semakin besar tiap harinya.

Baca Juga: 3 Pasangan Calon Pilkada Tangerang Jalani Tes Kesehatan, Maesyal-Intan Bejalan Lancar dan Hasilnya Baik

"Menginginkan Indonesia yang lebih setara, demokrasi yang lebih sehat, politik yang lebih mengedepankan polisi gagasan," pungkasnya.

Sebelumnya, Anies sempat didukung oleh berbagai parpol seperti PKS, NasDem, PKB, bahkan PDIP untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Namun, dirinya gagal mencapai kesepakatan dengan berbagai parpol, sehingga dirinya pun ditinggal oleh parpol pendukungnya yang memilih bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk mengusung Ridwan Kamil-Suswono.

Sementara, satu parpol lainnya PDIP yang jadi opsi terakhir sebagai parpol pendukungnya, justru mengusung kader partainya sendiri yaitu Pramono Anung-Rano Karno. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y