Heru Budi Tegas Akan Cabut Penerima KJP Jika Ketahuan Merokok dan Tawuran

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mencabut status Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik siswa penerima yang ketahuan merokok.
Hal ini disampaikannya dalam sambutan di acara Penyuluhan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Pelajar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta di Gedung PKK Melati Jaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2024).
"Bagi saya, bagi pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jika ada siswa yang merokok saya akan cabut Kartu Jakarta Pintar-nya," kata Heru.
Heru mengatakan, Pemprov DKI akan cabut penerima KJP yang memakai rokok berbagai jenis, baik rokok tembakau maupun rokok elektrik atau vape.
Selain itu, pihaknya tidak hanya mencabut KJP bagi siswa yang merokok saja, namun juga akan mencabut KJP bagi siswa yang melakukan tawuran.
"Bagi adik-adik yang mendapatkan merokok, merokok itu menggunakan rokok elektrik juga lah ya, itu akan saya cabut Kartu Jakarta Pintar-nya, sampaikan kepada orang tuanya. Bagi pelajar yang tawuran saya akan cabut Kartu Jakarta Pintar-nya," katanya.
Ia pun menjelaskan, esensi dari dana KJP yang telah disalurkan dari pertengahan tahun 2015 tersebut seharusnya diberikan kepada siswa yang orang tuanya tidak mampu secara ekonomi.
Namun, ia mengatakan bahwa siswa penerima KJP tersebut yang seharusnya tidak mampu, malah dananya digunakan untuk membeli rokok yang harganya puluhan ribu.
"Karena apa esensinya adalah kita tidak mampu sekolah tapi kok beli rokok satu hari bisa Rp50.000, 10 hari sudah Rp250.000, ya. Pulang dari sini sampaikan kepada orang tuanya, saya menyampaikan seperti itu harus. Mohon dimaafkan demi ada di kita menyongsong 2045," katanya.
Heru juga menjelaskan, Pemprov DKI telah memberikan bantuan KJP ini dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dibutuhkan hingga Rp 2 triliun dan akan menambah untuk tahun ini.
"Tahun ini DKI menambah dana Kartu Jakarta Pintar 200 miliar, tidak ada di daerah provinsi lain seperti DKI Jakarta," ungkapnya.
Dengan itu, ia berharap agar anggaran untuk bansos KJP dapat diberikan secara tepat sasaran dan tidak diberikan kepada siswa yang merokok dan tawuran.
"Jadi kami tidak ingin anggaran APBD, anggaran negara, itu diberikan yang tidak tepat sasaran, termasuk bagi adik-adik yang mendapatkan, saya temukan tawuran dan merokok, saya cabut Kartu Jakarta Pintar," jelasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







