Gubernur Pramono Tegaskan Tak Cabut KJP Siswa yang Ikut dan Tertangkap Aksi Demo

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mencabut penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi siswa yang ikut dan tertangkap saat aksi demo belakangan ini.
"Jadi urusan KJP itu kewenangan sepenuhnya pemerintah Jakarta. Dan dalam hal ini tidak ada keinginan kami untuk mencabut KJP," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pihaknya juga memberi bantuan kepada korban aksi demo yang sedang dirawat di rumah sakit (RS).
Baca Juga: Antisipasi Aksi Ricuh Demo Brimob Hari Ini, Gubernur Pramono Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
"Yang kedua, mengenai bantuan kepada korban termasuk 38 korban yang sekarang di rumah sakit sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta," katanya.
Selain itu, lanjut Pramono, pihaknya memberikan bantuan kepada keluarga Affan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
"Nah, untuk kepada keluarga ada beberapa bantuan, mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan angkanya," tukasnya.
Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta agar seluruh sekolah di Jakarta melakukan pengawasan.
Selain itu, ia juga meminta agar memperketat terhadap pelajar untuk tidak ikut serta dalam demonstrasi yang belakangan marak digelar.
"Secara khusus saya sudah meminta kepada Bu Nadiana untuk berkomunikasi dengan seluruh sekolah yang ada di Jakarta dengan kepala-kepala sekolah dan untuk beberapa tentunya diminta untuk sekolah memberikan pengawasan yang ketat untuk tidak ikut demo-demo yang terjadi beberapa hari ini," kata Pramono di PDS HB Jassin, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







