Jakarta

141 Guru Honorer di Jakarta yang Terkena Cleansing, Besok Akan Dipanggil Dinas Pendidikan untuk Dilakukan Penataan

Yasmina Nuha | 21 Juli 2024, 16:55 WIB
141 Guru Honorer di Jakarta yang Terkena Cleansing, Besok Akan Dipanggil Dinas Pendidikan untuk Dilakukan Penataan

AKURAT JAKARTA - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) dan Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Jakarta, membuka posko pengaduan untuk mengakomodir para guru honorer yang terkena kebijakan cleansing.

Posko pengaduan itu akan dibuka selama seminggu, mulai Kamis, 18 Juli 2024 sampai Kamis, 25 Juli 2024

Sejauh ini, sudah ada 107 guru honorer di Jakarta yang mengadu terkena cleansing. Mereka adalah tenaga pengajar dari berbagai jenjang, baik sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Baca Juga: KONSER GRATIS! Denny Caknan, Mr.Jono Joni dan Jahanam Bakal Guncang iPRIME Phoria di Benteng Vastenberg Solo, Catat Tanggalnya

Menyikapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan bahwa saat ini jumlah guru honorer yang terkena cleansing yang mencapai 141 orang.

Budi mengatakan, dari 141 guru honorer tersebut akan mereka panggil pada besok Senin, 22 Juni 2024 untuk dilakukan penataan administrasi.

"141 (guru honorer) itu akan kita panggil, insya'Allah hari Senin siang kita panggil. Dan kita akan tata, dan memang kita sedang melakukan penataan," kata Budi di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2024).

Budi menjelaskan, dalam penataan tersebut, mereka akan lakukan redistribusi terhadap guru-guru honorer yang terdampak dan akan dilakukan reposisi.

"Nanti kita akan redistribusi, kita lihat reposisi mereka mata pelajarannya apa. Dan itu akan kita arahkan mungkin bisa ke sekolah SD yang memang membutuhkan," katanya.

 

Baca Juga: Pemprov DKI Akan Buka Seleksi KKI untuk 1.700 Guru Honorer pada Agustus 2024, Diutamakan yang Terdampak Cleansing, Sisanya Dijanjikan Tahun Depan

Budi juga menjelaskan bahwa saat ini sekolah SD di Jakarta membutuhkan 2.000 guru, sehingga para guru honorer dapat mereka masukkan ke sana.

"Kan sekolah SD saat ini 2000 (guru) yang dibutuhkan. Nah, jadi akan kita masukkan ke sana, seperti itu. Mereka akan tetap mengajar," katanya.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa guru honorer yang terdampak kebanyakan merupakan guru SMP, sehingga mereka akan melihat kembali sesuai kebutuhan dari berbagai sekolah.

"Mungkin satu sisi, mungkin SMP yang lain juga ada yang butuhkan. Nah, itu yang akan kita lakukan penataan," jelasnya.

Budi juga menegaskan bahwa Pemprov DKI akan membuka Kontrak Kerja Individu (KKI) bagi guru honorer sesuai keputusan bersama dan arahan dari Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

Baca Juga: 7 Fakta Kecelakaan Tunggal Tewaskan Dali Wassink, Jalanan Sepi hingga Motor hanya Tergores, Polisi Tunggu Hasil Visum

"Pak Gubernur mengarahkan bahwa guru banyak jasanya, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa saat ini, dan mereka sudah bertahun-tahun," imbuhnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.