Jakarta

Sebanyak 9.150 PMI dari Luar Negeri Akan Serbu Tanah Air Jelang Lebaran 2024, Mayoritas dari Jepang, Ini yang Akan Dilakukan BP2MI

Fadhil Dhuha Rizqullah | 26 Maret 2024, 09:41 WIB
Sebanyak 9.150 PMI dari Luar Negeri Akan Serbu Tanah Air Jelang Lebaran 2024,  Mayoritas dari Jepang, Ini yang Akan Dilakukan BP2MI


AKURAT JAKARTA - Sebanyak 9.150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) diprediksi akan kembali ke Indonesia untuk merayakan Lebaran tahun ini.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengungkapkan bahwa ribuan PMI ini dijadwalkan akan kembali pada bulan April 2024 mendatang.

"Mereka (PMI) akan kembali ke Indonesia pada April 2024. Ada yang memang masa kontraknya selesai," ujar Benny dalam konferensi pers di Kantor BP2MI, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2024).

Benny menjelaskan bahwa PMI yang kembali berasal dari 10 negara berbeda, dengan jumlah terbanyak berasal dari Hong Kong, yakni sebanyak 4.630 orang.

Baca Juga: Segera Manfaatkan! Mudik Gratis PT KAI Tujuan Semarang, Pendaftaran Pukul 14.00 WIB

Sementara itu, ada 1.097 PMI yang akan pulang dari Taiwan, serta 678 orang dari Inggris Raya dan Irlandia Utara.

"Jepang menyumbang sebanyak 633 orang, diikuti oleh Singapura dengan 476 orang, Arab Saudi dengan 472 orang, Turki dengan 206 orang, Korea Selatan dengan 155 orang, Polandia dengan 126 orang, Maladewa dengan 89 orang, dan negara-negara lainnya sebanyak 588 orang," jelas Benny.

Untuk memfasilitasi kepulangan ribuan PMI tersebut, Benny menyatakan bahwa pihaknya akan menyediakan fasilitas terbaik.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah petugas di Balai Pelayanan Perlindungan PMI (BP3MI) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Pengumuman Pembukaan Pendaftaran CASN pada Mei 2024, Simak Formasinya di Sini

"Hal ini dilakukan untuk mempermudah para pekerja migran Indonesia memiliki akses atas pelayanan kepulangan di titik-titik tersebut," jelas Benny. (*)



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.