5 Seruan MUI Pusat Agar Menjadikan Ramadhan Bulan untuk Palestina, Karena Israel Makin Brutal Membantai Warga Gaza, Simak Info Selengkapnya di Sini

AKURAT JAKARTA - Memasuki bulan suci Ramadhan, perang sengit antara Israel dengan pejuang Palestina masih terus terjadi. Tak ada yang mereda. Bahkan, Israel makin brutal membantai warga Gaza.
Padahal hari ini sudah memasuki hari kedua bulan suci Ramadhan. Banyak pihak berharap, kedua belah pihak sepakat gencatan senjata. Nyatanya Israel menolak gencatan senjata.
Bahkan perang terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang sangat melelahkan yang telah mendorong sebagian besar wilayah tersebut ke ambang kelaparan.
PBB dan kelompok-kelompok bantuan mengatakan hanya sebagian kecil dari pasokan yang dibutuhkan penduduk Gaza yang diizinkan masuk oleh Israel.
Ketika umat Islam di dunia menyambut Ramadhan dengan puasa di siang hari dan shalat tarawih serta makan sahur di malam hari, warga Gaza justru terbangun karena pemboman yang dilakukan Israel.
“Awal Ramadhan sangat menyedihkan dan diselimuti kegelapan, dengan rasa dan bau darah di mana-mana,” kata Awni al-Kayyal (50), seorang pengungsi Palestina.
“Israel tidak ingin kami merasakan kegembiraan selama Ramadhan. Kami tidak memiliki makanan apa pun untuk berbuka puasa,” lanjutnya.
Prihatin atas kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, pada tanggal 10 Maret 2024 lalu, mengeluarkan irsyadat (landasan) yang berjudul "Ramadhan Bersama Palestina, Ramadhan Membasuh Luka Palestina".
Landasan tersebut merujuk pada Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 tentang mengikat keagamaan dan kebangsaan untuk terus mendukung Kemerdekaan Palestina dari segala bentuk penjajahan dan genosida Israel dan pendukungnya.
Baca Juga: Kunci Sukses di Masa Muda Menurut Gus Iqdam, Catat Nih Gen Z
Dalam memperkuat komitmen menjaga kesucian amalan selama bulan Ramadhan, ada beberapa poin anjuran MUI Pusat kepada umat Islam di Indonesia:
1. MUI menyeru kepada seluruh bangsa Indonesia dan masyarakat dunia untuk "terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menghentikan aksi genosida Israel terhadap Palestina."
2. MUI mengajak umat Islam seluruh dunia dan masyarakat dunia lainnya untuk bersama-sama "membahas luka Palestina melalui semua jalur potensial, baik diplomasi politik, ekonomi, maupun kebudayaan."
3. Menyeru umat Islam agar mulai Ramadhan ini untuk "tidak menggunakan lagi produk yang diproduksi oleh perusahaan yang terafiliasi dengan Israel dan pendukungnya," seperti produk kebutuhan konsumsi sahur, berbuka puasa, dan barang hantaran Lebaran (hampers) maupun produk-produk lainnya.
4. Mendorong seluruh masyarakat untuk "beralih menggunakan produk dalam negeri yang tidak terafiliasi dengan Israel dan pendukungnya," sebagai bentuk ajaran cinta tanah air bagian dari iman, maupun memilih produk Palestina yang beredar di pasar Indonesia.
5. Menghimbau umat Islam dan seluruh masyarakat untuk "terus berdo'a untuk keselamatan bangsa Palestina dan menyisihkan sebagian rezekinya untuk berdonasi kepada saudara-saudara di Palestina."
Demikian isi maklumat yang disampaikan MUI Pusat terkait Palestina. Semoga Allah SWT segera menolong dan membebaskan warga Palestina dari penjajahan Israel. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









