UPDATE GAZA! 110 Tentara Israel Tewas Dalam Sebulan, Bukti Taktik Gerilya Hamas Sukses Ubah Jalur Gaza Jadi Malapetaka Bagi Zionis

AKURAT JAKARTA - Pejuang Hamas Palestina memiliki taktik terbaru untuk melawan pasukan tentara Israel di Jalur Gaza. Taktik gerilya ini disebut efektif untuk menaklukkan tentara Israel.
Dalam catatan Aljazeera, jumlah korban tewas tentara Israel di Jalur Gaza sudah tembus dua kali lipat lebih banyak dibanding serangan-serangan darat yang dilakukan dari tahun 2014.
Dalam satu bulan saja, pejuang Hamas berhasil membunuh 110 tentara Israel dan menyandera lebih dari 200 orang. Hal ini mencerminkan tingkat efektifitas taktik gerilya Hamas dan ini lebih mengerikan.
Angka tersebut berdasarkan data resmi Israel. Dihitung sejak serangan darat Israel akhir Oktober hingga awal Desember 2023. Tak hanya korban jiwa, tank dan infanteri milik tentara Israel juga banyak yang disita Hamas.
Baca Juga: Resep Kerak Telor, Omelet Khas Betawi yang Gurih dan Unik, Sejak Zaman Kolonial Belanda
Jubir Hamas, Abu Ubaidah, telah memposting video di saluran Telegram bulan ini. Video yang menunjukkan para pejuang dengan bodycams melintasi gedung-gedung untuk meluncurkan roket-roket yang dipanggul di bahu mereka ke arah kendaraan lapis baja milik Israel.
Salah satunya yang diposting pada 7 Desember lalu. Para pejuang Hamas yang berasal dari Shejaiya, sebelah timur Kota Gaza, terlibat pertempuran sengit dengan tentara Israel.
Dalam unggahan lain pada 15 Desember, sebuah kamera muncul dari terowongan, seperti periskop, untuk memindai sebuah kamp Israel di mana para tentara beristirahat. Postingan tersebut mengatakan bahwa kamp tersebut kemudian dihantam ledakan bawah tanah.
Seorang sumber Hamas, yang berbicara kepada Reuters dari dalam Gaza dengan syarat tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa para pejuang bergerak sedekat mungkin untuk melancarkan serangan penyergapan.
"Ada perbedaan besar antara kekuatan kami dan kekuatan mereka, kami tidak membodohi diri kami sendiri," katanya.
Seorang komandan Israel yang berperang pada tahun 2014, mengatakan bahwa perluasan cakupan operasi Israel saat ini berarti lebih banyak pasukan yang berada di lapangan.
Hal ini memberikan "keuntungan bagi Hamas", sehingga korban pasukan diperkirakan lebih tinggi. Dia meminta untuk tidak disebutkan namanya karena dia adalah seorang prajurit aktif dalam perang ini.
Pakar militer Israel, menggambarkan bagaimana kelompok pejuang Palestina tersebut telah menggunakan persediaan senjata yang besar, pengetahuannya tentang medan dan jaringan terowongan yang luas untuk mengubah jalan-jalan Gaza menjadi labirin yang mematikan.
Pejuang Hamas disebut memiliki persenjataan mulai dari pesawat tak berawak yang dipasangi granat hingga senjata anti-tank dengan peluru kembar yang kuat.
Baca Juga: Murah dan Mudah Didapat! Ini 2 Bahan Alami untuk Mengurangi Keringat Berlebih dan Bau Badan
"Tidak ada yang bisa membandingkan cakupan perang ini dengan tahun 2014, ketika pasukan kami sebagian besar beroperasi tidak lebih dari satu kilometer di dalam Gaza," kata Yaacov Amidror, seorang pensiunan mayor jenderal Israel dan mantan penasihat keamanan nasional yang sekarang bekerja di Institut Yahudi untuk Keamanan Nasional Amerika (JINSA).
Dia mengatakan bahwa tentara Israel belum menemukan solusi yang baik untuk terowongan-terowongan tersebut.
"Tentara belum menemukan solusi untuk mengatasi sebuah jaringan yang sangat berkembang dalam satu dekade terakhir," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









