Jakarta

Kewalahan! Israel Sewa Tentara Bayaran untuk Lawan Pejuang Hamas, Satu Orang Dibayar Rp 65 Juta per Pekan

Sastra Yudha | 12 November 2023, 21:31 WIB
Kewalahan! Israel Sewa Tentara Bayaran untuk Lawan Pejuang Hamas, Satu Orang Dibayar Rp 65 Juta per Pekan

AKURAT JAKARTA - Israel sepertinya sudah mulai walahan melawan pejuang Hamas Palestina. Buktinya, negara zionis itu mulai menyewa tentara bayaran.

Salah satu tentara bayaran yang disewa Israel berasal dari Spanyol. Hal tersebut sebagaimana diungkap oleh surat kabar harian terbesar di Spanyol, El Mundo.

Dalam laporannya pada Jumat (10/11/2023), El Mundo mengungkapkan bahwa tentara bayaran asal Spanyol itu disewa untuk membantu tentara Israel (IDF) melawan Hamas di Gaza.

Laporan surat kabar El Mundo itu mengutip pernyataan seorang tentara bayaran yang mengaku tertarik gabung perang membantu IDF, karena bayarannya lumayan.

Baca Juga: Promo Diskon 30 Persen! Tiket Konser Musik Dikta Wicaksono di Town Square Gading Serpong, Buruan Cek di Sini

Kabarnya, para tentara bayaran ini disewa atau dibayar Rp 65 juta per pekan. Selain dibayar per pekan, para tentara bayaran ini juga dipersenjatai dengan senjata yang baik.

“Mereka dibayar dengan sangat baik, dilengkapi peralatan bagus, dan pekerjaan bagus,” kata Pedro Díaz Flores Corrales (27), salah satu orang yang mengaku tertarik direkrut untuk jadi tentara bayaran.

Surat kabar El Mundo juga menyertakan foto Pedro Diaz saat berada di sebuah pos pemeriksaan perbatasan dekat Jalur Gaza.

Foto itu diambil dari unggahan di akun X atau twitter miliknya. Namun belakangan, unggahan itu langsung dihapus.

Baca Juga: Duh! Gegara Terjerat Pinjol, Ibu di Depok Tega Jual Putrinya Usia 15 Tahun ke WNA Mesir Seharga Rp 3 Juta

Rupanya menjadi tentara bayaran memang sudah jadi profesi buat Pedro Diaz Corrales. Sebelumnya, ia juga ikut berperang sebagai tentara bayaran di perang Rusia-Ukraina.

Masih kata surat kabar El Mundo, bahwa para tentara bayaran ini dibayar 3.900 euro per pekan atau setara Rp 65 juta.

Pedro Diaz Corrales mengakui, kali ini dirinya tidak berperang atas dasar kemanusiaan, seperti yang dilakukan ketika Rusia menginvasi Ukraina.

Dirinya ikut berperang di jalur Gaza semata-mata karena alasan finansial. Dia mengaku menerima telepon dari rekan seperjuangannya sewaktu di Ukraina, dan menawarkan untuk bergabung dengan Israel di perang Gaza.

Baca Juga: Aksi 'Bekasi Bersama Palestina' Diikuti Jutaan Orang, Massa Putih-putih Tumplek Blek di Jalan Ahmad Yani dari SMB hingga BCP

“Dia menawari saya pekerjaan, kondisi yang baik, dan dia mengatakan kepada saya bahwa mereka sedang mencari orang-orang dengan catatan militer yang baik,” katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.