Kualitas Udara Jakarta Terus Memburuk, KPAI Sarankan Semua Kerja dari Rumah atau WFH

AKURAT.CO - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan agar seluruh kalangan, baik anak-anak maupun dewasa untuk melaksanakan work from home (WFH) selama polusi udara terus meningkat dan kualitas udara Jakarta belum membaik.
Wakil Ketua KPAI, Jasa Putra menilai, anak-anak lebih rentan terkena penyakit. Apalagi di saat kondisi seperti sekarang ini.
"Anak-anak tidak sekuat orang dewasa. Bila mereka mengalami sakit, tak mudah mendeskripsikan atau menjelaskan. Kebutuhan bermainnya, kadang mengalahkan apa yang di rasanya. Padahal mereka butuh di selamatkan dalam polusi udara ekstrim dan suhu tinggi di Jakarta," tuturnya dikutip Selasa (15/08).
Baca Juga: Beda dengan Mario Dandy, Jaksa Tuntut Shane Lukas Hukuman 5 Tahun Penjara
Selain itu, menurutnya orang dewasa juga perlu untuk WFH sampai kualitas udara di ibu kota kembali membaik.
Sebab, hak kesehatan perlu untuk diupayakan sedini mungkin demi kesehatan anak-anak di masa yang akan datang.
"Saya kira seruan banyak orang agar orang dewasa WFH sangat baik ya, begitu juga anak anak. Sambil menunggu udara normal kembali," terang Jasa.
"Hak kesehatan anak penting diupayakan sejak dini, sebagaimana cita cita Undang Undang Kesehatan yang baru agar anak anak memiliki modal kesehatan yang tinggi sejak dalam kandungan," sambungnya.
Lebih lanjut, Jasa menerangkan bahwa Indonesia sudah punya pengalaman WFH. Sekolah pun sudah menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar yang mengatur sekolah bisa di sekolah dan luar sekolah.
Baca Juga: 10 Bulan Pimpin Jakarta, Heru Budi Dinilai Belum Optimal Jalankan Penugasan
"Sehingga lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita berharap anak anak juga diajak aktif menjadi pengurang dampak polusi udara ekstrim ini," paparnya.
Sambungnya, kondisi sekarang suhu tinggi dan polusi udara. Sehingga, kata Jasa, masing-masing sekolah punya peran mengurangi dampak bencana, ikut aktif menyelamatkan anak anak dan lingkungan.
"Sehingga manusia juga ramah terhadap lingkungan dan kelestariannya, untuk mewarisi masa depan yang lebih baik, lingkungan yang lebih ramah untuk anak anak kita," ujar Jasa.
Selain itu, lanjut Jasa, upaya lain juga harus diupayakan dalam mengatasi polusi udara ini, misal dengan menurunkan angka perokok aktif.
Baca Juga: Mayat Dibuang di Pinggir Jalan Pasar Minggu, Polisi Temukan KTP dan Surat Penting Lainnya
"Saya kira segala upaya mengurangi asap polusi udara yang membahayakan ini, perlu di lakukan, termasuk menurunkan angka prevalensi perokok anak. Agar benar-benar anak terbebas dari polusi udara sekitar," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya




