8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Pemerintah Bakal Lakukan Ini

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Indonesia masih memverifikasi kebenaran delapan WNI diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia.
Verifikasi mencakup status kewarganegaraan, modus perekrutan, hingga potensi para WNI tersebut menjadi korban penipuan lowongan kerja.
Demikian Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra.
Baca Juga: Terungkap, Proses 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia
Dia menegaskan, pemerintah mencermati laporan yang dirilis Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU), tetapi tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan.
"Informasi yang disampaikan pihak Ukraina tentu kami cermati. Tetapi kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan sebelum seluruh faktanya diverifikasi," ujar Yusril di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Yusril menjelaskan, penanganan kasus ini harus dilihat dari dua sisi hukum. Jika para WNI terbukti dijebak dengan modus penawaran kerja nonsipil bergaji tinggi lalu dikirim ke medan konflik, pemerintah wajib memberikan perlindungan sebagai korban TPPO atau penipuan.
Namun sebaliknya, jika mereka secara sadar bergabung dengan dinas militer asing tanpa izin Presiden, terdapat konsekuensi hukum tegas sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
"Pasal 23 UU Kewarganegaraan mengatur kehilangan kewarganegaraan bagi WNI yang masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin Presiden.
Kalau memang terbukti memenuhi ketentuan tersebut, tentu pemerintah akan mengambil langkah sesuai mekanisme hukum melalui Keputusan Menteri Hukum," tegas Yusril.
Sebelumnya, FISU mengklaim telah mengantongi dokumen perekrutan delapan WNI yang dialihkan menjadi militer Rusia melalui penawaran tugas nonkombatan, percepatan kewarganegaraan, hingga tunjangan sosial.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






