Jakarta

Skenario Terburuk, Militer Iran Sama Sekali Tak Gentar Hadapi Invasi Darat AS

Yusuf Doank | 23 Juli 2026, 12:58 WIB
Skenario Terburuk, Militer Iran Sama Sekali Tak Gentar Hadapi Invasi Darat AS
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – Angkatan Bersenjata Iran menyatakan telah menyiapkan berbagai skenario tempur untuk menghadapi potensi serangan dari Amerika Serikat (AS).

Termasuk kemungkinan terjadinya invasi darat.

Peringatan tersebut disampaikan oleh seorang sumber militer Iran kepada kantor berita RIA Novosti, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Setelah Proses Panjang, Tunjangan Guru dan Dosen Kemenag Akhirnya Masuk Tahap Pencairan

"Angkatan Bersenjata kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi setiap serangan baru dari AS, terutama jika Washington membuat kesalahan dengan melancarkan invasi darat," tegas sumber militer tersebut.

Ia menambahkan, apabila AS atau sekutunya kembali menyerang fasilitas nuklir maupun infrastruktur vital Iran, Teheran akan melancarkan balasan yang melampaui perhitungan Washington.

Ancaman yang terus dilontarkan Presiden AS Donald Trump justru diklaim makin meningkatkan kesiapan operasional pasukan Republik Islam Iran di lapangan.

Sumber tersebut menegaskan, Washington harus bertanggung jawab penuh atas seluruh konsekuensi dari eskalasi yang kian memanas ini.

Di sisi lain, militer AS melalui Komando Pusat (CENTCOM) mengonfirmasi terus menggempur wilayah Iran. Serangan udara ini telah memasuki malam ke-12 secara beruntun.

CENTCOM menyatakan pasukan AS mulai melancarkan gelombang serangan tambahan terhadap sejumlah sasaran militer Iran sejak Rabu (22/7/2026) pukul 17.30 waktu Timur AS atau Kamis pukul 04.30 WIB.

"Misi ini akan terus berlanjut untuk semakin mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan kawasan," tulis CENTCOM dalam unggahan resmi di platform X.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y