Jakarta

Tegas Balas Serangan Udara, Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Tiga Negara

Yusuf Doank | 18 Juli 2026, 12:19 WIB
Tegas Balas Serangan Udara, Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Tiga Negara
Tegas Balas Serangan Udara, Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Tiga Negara

AKURAT JAKARTA – Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah kembali panas mencapai titik didih.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan gelombang serangan balasan masif yang berhasil menghancurkan sejumlah fasilitas militer, sistem radar, serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik AS di Oman, Suriah, dan Yordania, Jumat (17/7/2026).

Melalui pernyataan resminya, IRGC memaparkan bahwa rangkaian serangan mendadak ini merupakan respons langsung atas operasi udara militer AS sebelumnya di dekat Kota Iranshahr, wilayah tenggara Iran, yang menewaskan sedikitnya tujuh personel militer Iran.

Baca Juga: Prediksi Skor Viking vs Sandefjord di Eliteserien, 18 Juli 2026: Kesempatan Juara Bertahan Kembali ke Puncak

"Pagi ini, pasukan angkatan laut IRGC menargetkan dan menghancurkan sebuah radar pemantau maritim di wilayah Salamah, serta radar pemantau milik AS di Pulau Ghanam, Oman, dalam gelombang ke-13 dari Operasi Nasr-2," tulis pernyataan resmi IRGC seperti dikutip dari kantor berita IRNA.

Gempur Pusat Komando di Suriah dan Yordania Selain menyasar fasilitas deteksi di Oman, satuan tempur IRGC juga mengklaim telah meluluhlantakkan pusat komando operasi khusus Angkatan Bersenjata AS yang berada di kawasan At Tanf, wilayah barat daya Suriah.

Serangan taktis di Suriah tersebut dilaporkan berhasil menghancurkan unit sistem radar, beberapa helikopter operasi khusus, serta menimbulkan korban jiwa di pihak personel militer AS.

Secara simultan, Iran turut melepaskan kombinasi serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke wilayah Yordania.

Gelombang serangan udara tersebut diklaim sukses menghancurkan sejumlah jet tempur serta pesawat pengisi bahan bakar (tanker) milik AS yang tengah disiagakan di pangkalan udara setempat.

Komitmen Nota Kesepahaman Kandas Pecahnya pertempuran terbuka ini sekaligus menandai runtuhnya upaya diplomasi kedua belah pihak. Sebelumnya pada pertengahan Juni 2026, Pemerintah Iran dan AS sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menyepakati penghentian konflik militer.

Namun, situasi di lapangan kembali memburuk sejak 8 Juli lalu setelah pasukan AS meluncurkan serangan udara baru ke wilayah kedaulatan Iran.

Di lain pihak, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim operasi militer yang mereka lakukan merupakan tindakan defensif dan respons terukur atas serangkaian manuver agresif armada laut Iran terhadap kapal-kapal komersial internasional yang melintasi jalur perdagangan strategis di Selat Hormuz.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y