Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah, Trump Meradang Harga Bensin di SPBU AS Tetap Mahal
AKURAT JAKARTA – Harga minyak mentah dunia dilaporkan merosot tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026).
Mengutip data CNBC hingga sore hari pukul 17.18 WIB, minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional turun 1,7 persen ke angka USD 75,79 per barel.
Angka ini merupakan level terendah sejak akhir Februari lalu, tepat sehari sebelum meletusnya konflik militer antara AS-Israel melawan Iran.
Penurunan serupa juga dialami oleh minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), yang ikut anjlok 1,7 persen ke posisi USD 71,98 per barel.
Namun, anehnya, penurunan drastis harga minyak dunia ini ternyata tidak membuat harga bensin di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Amerika Serikat ikut turun.
Kondisi inilah yang akhirnya memicu kemarahan besar dari Presiden Donald Trump.
Baca Juga: Gedung Putih Memanas: Trump Kritik Resolusi Senat Saat Publik AS Mulai Jenuh dengan Perang Iran
Trump Tuding Perusahaan Minyak Sengaja Curangi Konsumen
Lewat akun media sosial Truth Social miliknya, Trump meluapkan kekesalannya kepada perusahaan-perusahaan minyak raksasa.
Ia menilai korporasi tersebut sengaja menahan harga bensin tetap mahal demi mencari keuntungan sepihak, padahal modal membeli minyak mentah sudah jauh lebih murah.
"Perusahaan minyak besar tidak mau menurunkan harga bensin di SPBU, padahal harga minyak dunia yang mereka bayar sudah turun drastis!" tulis Trump dengan nada tinggi pada Rabu (24/6).
Karena merasa warganya dirugikan, Trump tidak tinggal diam.
Ia langsung memerintahkan Departemen Kehakiman AS untuk melakukan penyelidikan darurat terhadap sektor retail bahan bakar tersebut.
"Sederhananya, konsumen sedang ditipu. Saya sudah menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk segera menyelidiki hal ini. Saya mau harga bensin turun jauh lebih cepat dari yang saya lihat sekarang!" tegasnya.
Baca Juga: Bangkang Kebijakan Gedung Putih, Senat AS Dorong Penghentian Perang dengan Iran
Pengamat: Trump Cuma Main Sandiwara Politik
Meskipun pembelaan Trump terhadap konsumen terdengar heroik, langkah tersebut justru dinilai tidak realistis oleh para pakar energi.
Karen Young, seorang peneliti senior di Universitas Columbia, bahkan menyebut aksi protes Trump ini tak lebih dari sekadar "sandiwara politik."
Young menjelaskan, dalam industri minyak, penurunan harga bahan baku di tingkat dunia memang tidak bisa langsung mengubah harga bensin eceran dalam waktu semalam.
Secara teknis, butuh waktu hingga beberapa minggu agar efek penurunan harga dari hulu bisa mengalir sampai ke mesin pompa SPBU.
"Semua itu butuh proses di kilang minyak. Perlu waktu berminggu-minggu sampai harga minyak mentah yang turun bisa dirasakan pengaruhnya di kilang, lalu barulah harga di tingkat konsumen bisa ikut menyesuaikan," jelas Young.
Selain masalah proses pengolahan, keterlambatan penurunan harga ini juga diperparah oleh rantai pasokan dunia yang belum normal akibat dampak konflik di Timur Tengah.
Hingga saat ini, tercatat masih ada sekitar 11.000 pelaut dari berbagai negara yang tertahan di Teluk Persia bersama kapal tanker mereka, menunggu jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz benar-benar aman dan dibuka sepenuhnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







