Jakarta

Protes Anti-Perang Meluas, Jutaan Warga AS Desak Trump Hentikan Serangan ke Iran

Yusuf Doank | 29 Maret 2026, 19:53 WIB
Protes Anti-Perang Meluas, Jutaan Warga AS Desak Trump Hentikan Serangan ke Iran
Protes Anti-Perang Meluas, Jutaan Warga AS Desak Trump Hentikan Serangan ke Iran

AKURAT JAKARTA - Gelombang protes besar-besaran melanda berbagai kota di Amerika Serikat (AS) menyusul keputusan Presiden Donald Trump melancarkan serangkaian serangan militer ke Iran.

Jutaan warga dilaporkan turun ke jalan, termasuk memadati kawasan Times Square di New York, untuk mendesak pemerintah segera menghentikan eskalasi perang di Timur Tengah.

Aksi massa yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat ini diwarnai dengan berbagai poster tuntutan agar AS tidak lagi mengobarkan perang demi ambisi pergantian rezim di negara lain.

Baca Juga: Setelah Malaysia Giliran Kapal Tanker Minyak Thailand Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz, Indonesia Kapan?

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, turut mengutuk keras langkah militer tersebut dan menyebut kebijakan Trump sebagai tindakan ilegal yang bertentangan dengan keinginan rakyat Amerika.

Demonstrasi ini merupakan bagian dari gerakan akar rumput "No Kings" yang muncul sejak masa jabatan kedua Trump dimulai.

Gerakan ini tercatat telah tiga kali menggelar aksi nasional dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sebagai bentuk oposisi terhadap kebijakan pemerintahan yang dianggap otoriter.

Pada aksi Oktober lalu, gerakan ini bahkan berhasil menarik sekitar tujuh juta demonstran di seluruh negeri.

Kini, kemarahan publik AS semakin memuncak seiring berlarutnya konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran tanpa adanya penyelesaian diplomatik yang jelas.

Situasi ini pun menjadi tekanan berat bagi Trump di tengah merosotnya tingkat dukungan publik hingga ke angka 40 persen, menjelang pemilihan umum tengah periode pada November mendatang.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y