Jakarta

Gedung Putih Memanas: Trump Kritik Resolusi Senat Saat Publik AS Mulai Jenuh dengan Perang Iran

Aisya Nur Aziza | 24 Juni 2026, 18:15 WIB
Gedung Putih Memanas: Trump Kritik Resolusi Senat Saat Publik AS Mulai Jenuh dengan Perang Iran
Trump tak bergeming meski senat AS dan publik mulai lelah dengan keterlibatan militer AS di Teheran

AKURAT JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung merespons keras manuver Senat yang meloloskan resolusi pembatasan wewenang perang terhadap Iran.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump melayangkan kritik tajam dan menilai keputusan parlemen tersebut sama sekali tidak penting serta salah momentum.

Trump menegaskan bahwa langkah para senator justru berpotensi merusak momentum diplomasi yang sedang dibangun oleh pemerintahannya untuk menekan Teheran.

Baca Juga: Bangkang Kebijakan Gedung Putih, Senat AS Dorong Penghentian Perang dengan Iran

"Jadi, saya sudah membuat Iran berada di ujung tanduk dan siap untuk jatuh… tetapi Senat AS malah memutuskan untuk menggelar pemungutan suara War Powers Act yang tidak tepat waktu dan tidak berarti," tulis Trump ketus.

Ia menambahkan bahwa ego para senator tersebut hanya akan mempersulit langkah diplomasi yang saat ini sedang berjalan.

Pembelaan terhadap Trump juga datang dari Ketua DPR AS, Mike Johnson.

Sebagai sekutu dekat presiden, Johnson menyebut hasil pemungutan suara itu sebagai "prospek yang sangat berbahaya" yang berpotensi merusak posisi tawar kekuatan AS dalam meja negosiasi dengan Teheran.

Baca Juga: Menhan Jerman Terang-terangan Sebut Donald Trump Jadi Penyebab Selat Hormuz Ditutup Lagi

Publik AS Mulai Lelah dan Jenuh dengan Perang

Di sisi lain, sikap kritis yang ditunjukkan oleh parlemen ini ternyata seirama dengan kejenuhan yang dirasakan oleh masyarakat AS.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.