Jakarta

AS-Iran Sepakat Damai, Negara E4 Siap Cabut Sanksi Ekonomi atas Teheran

Yusuf Doank | 15 Juni 2026, 17:50 WIB
AS-Iran Sepakat Damai, Negara E4 Siap Cabut Sanksi Ekonomi atas Teheran
AS-Iran Sepakat Damai, Negara E4 Siap Cabut Sanksi Ekonomi atas Teheran

AKURAT JAKARTA – Empat negara berpengaruh di Eropa (E4) Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, bersiap mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran.

Langkah ini usai Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan berhasil mencapai kesepakatan damai pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat.

Salah satu poin utama dalam poin kesepakatan (deal) antara AS dan Iran menetapkan bahwa Teheran tidak diperbolehkan lagi memperkaya uranium untuk dijadikan senjata nuklir.

Baca Juga: Hubungan AS-Iran Mencair, Israel Tegaskan Siap Ambil Langkah Militer Sendiri

"Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir. Kami siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan IAEA untuk mencapai tujuan ini," bunyi pernyataan bersama para pemimpin negara E4, seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/6/2026).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan langsung tercapainya kesepakatan damai dengan Iran tersebut.

Melalui platform media sosialnya, Trump menyampaikan apresiasi atas rampungnya proses diplomasi ini.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran saat ini telah lengkap. Selamat untuk semuanya!" tulis Trump di akun Truth Social miliknya.

Hingga saat ini, detail resmi mengenai isi kesepakatan damai tersebut belum dirilis ke publik.

Pihak Teheran sendiri terpantau belum memberikan pernyataan resmi mereka terkait pengumuman ini.

Pasca-kesepakatan tersebut, Trump langsung memerintahkan jajarannya untuk segera mencabut blokade militer yang sebelumnya dilakukan oleh kapal perang Angkatan Laut AS.

Trump menegaskan bahwa jalur pelayaran internasional di kawasan strategis tersebut kini telah aman untuk dilalui kembali oleh kapal-kapal dagang global.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," pungkas Trump.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y