Jakarta

Peringatan HLUN 2026, Pemkab Tangerang Komitmen Wujudkan Lansia Mandiri di Era Bonus Demografi

M Rahman Akurat | 11 Juni 2026, 06:02 WIB
Peringatan HLUN 2026, Pemkab Tangerang Komitmen Wujudkan Lansia Mandiri di Era Bonus Demografi
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 tingkat Kabupaten Tangerang pada Rabu (10/6/2026).

Mengusung tema "Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya", momentum ini dijadikan pijakan strategis untuk memperkuat sistem pendukung bagi para lanjut usia (lansia).

Langkah ini krusial agar kelompok lansia tetap produktif, aktif, dan terjaga kesehatannya di tengah era bonus demografi.

Baca Juga: Ramai Istilah 'Sell Indonesia' di Media Asing, Apa Maksudnya?

Komitmen Mensejahterakan Lansia

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam mengawal kesejahteraan lansia merupakan hal yang mutlak.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah salah satunya tecermin dari meningkatnya Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat secara signifikan.

"Pada intinya, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh untuk para lansia ini agar mereka tetap produktif, tetap beraktivitas, dan senantiasa sehat. Itu adalah poin yang paling penting," ujar Sekda Soma.

Sekda Soma Atmaja juga menambahkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat saat ini patut disyukuri, karena rata-rata usianya hingga 75 tahun.

"Alhamdulillah, angka harapan hidup di Indonesia rasanya semakin hari semakin tinggi. Sebagai contoh nyata, mungkin tahun ini kita sudah berada di rata-rata usia 75 tahun," lanjutnya.

Baca Juga: Siap-siap War Tempat! Konser Gratis Come See Mie 2026 di Hutan Kota GBK, Ini Line-Up Mewah

Tantangan Lansia di Era Bonus Demografi

Lebih lanjut, Sekda Soma menegaskan bahwa pencapaian tingginya angka harapan hidup ini memunculkan tantangan tersendiri.

Terutama karena fenomena ini terjadi bersamaan dengan momentum bonus demografi, di mana populasi generasi muda sedang berada pada grafik tertinggi.

Oleh karena itu, keseimbangan program antargenerasi harus dipersiapkan dengan matang. Tujuannya agar kelompok lansia tidak menjadi populasi yang rentan, melainkan menjadi pilar yang tetap berdaya di masyarakat.

"Anak-anak muda kita kan sedang banyak-banyaknya nih hari ini. Tentu itu menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua," katanya.

Problem utama yang kita hadapi saat ini, lanjutnya, adalah bagaimana caranya agar para lansia ini memiliki wadah dan mekanisme untuk tetap produktif dan sehat.

"Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja, melainkan harus distimulasi oleh berbagai ragam kegiatan yang positif secara berkelanjutan," tegas Sekda Soma.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.