Stop Kekerasan di Sekolah! Wabup Tangerang Tegaskan Guru PAUD/TK Harus Jadi Garda Terdepan Pembentukan Karakter Anak

AKURAT JAKARTA — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus bersih dan bebas dari segala bentuk tindakan kekerasan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wabup Intan saat membuka acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD/TK se-Kabupaten Tangerang, pada Rabu (10/06/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Intan Nurul Hikmah menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Baca Juga: Hukum Makan Daging Kelinci dalam Islam: Halal atau Haram? Ini Penjelasan Ulama dan Dasar Hukumnya
Dorong Komunikasi Positif
Wabup Intan menyampaikan bahwa tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi tindakan agresif di institusi pendidikan, terutama pada jenjang usia dini.
"Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya," tegasnya.
Menurutnya, kekerasan terhadap anak bukanlah perkara sepele. Tindakan non-fisik seperti bentakan, ejekan, serta kata-kata yang merendahkan (verbal abuse) dapat memicu trauma mendalam yang mengganggu tumbuh kembang anak kelak.
Sebagai solusi konkret, Wabup Intan mengajak para pengajar menerapkan metode belajar yang humanis melalui:
Kasih sayang yang tulus dalam membimbing siswa.
Komunikasi positif tanpa menggunakan kata-kata kasar atau intimidasi.
Kesabaran tinggi menghadapi dinamika emosi anak usia dini.
Keteladanan nyata yang bisa ditiru oleh anak didik secara langsung.
Golden Age Anak Bergantung pada Pola Asuh di Sekolah
Wabup Intan Nurul Hikmah menilai masa keemasan (golden age) anak sangat bergantung pada pola asuh di sekolah. Karena itu, guru PAUD dan TK memegang peran krusial dalam pembentukan karakter awal ini.
"Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






