Jakarta

Kisah Pilu Korban Kebakaran di Kemayoran: Kehilangan Segalanya, Tersisa Pakaian yang Melekat di Badan

M Rahman Akurat | 2 Juni 2026, 14:51 WIB
Kisah Pilu Korban Kebakaran di Kemayoran: Kehilangan Segalanya, Tersisa Pakaian yang Melekat di Badan
Kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran.

AKURAT JAKARTA – Kebakaran hebat menghanguskan permukiman padat penduduk di Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.

Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi ratusan warga yang kini harus kehilangan tempat tinggal, termasuk para perantau yang mengadu nasib di ibu kota.

Salah satu kisah memilukan datang dari Suyono (54), pria asal Solo, Jawa Tengah, yang sehari-hari berjualan nasi goreng.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Kebakaran di Kemayoran, Wagub Rano Karno: 304 Bangunan Terdampak dan 679 Warga Mengungsi, Ini Rinciannya

Saat ditemui di lokasi pada Selasa (2/6/2026) pagi, Suyono hanya bisa berdiri terpaku menatap puing-puing rumahnya yang telah rata dengan tanah.

Tatapannya kosong, seolah tidak percaya dengan musibah yang baru saja menimpanya.

Api Membesar Saat Melayani Pembeli

Dengan nada suara bergetar, Suyono menceritakan kembali detik-detik mencekam saat si jago merah mengamuk sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat kejadian, ia sedang sibuk mencari nafkah di depan gang rumahnya."Saya lagi ngelayanin pembeli, baru mau selesai. Pas lihat, api sudah besar di dalam gang. Yang beli saja langsung saya suruh pulang," kata Suyono.

Melihat kobaran api kian mendekat, Suyono bersama warga lainnya sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Namun, upaya tersebut sia-sia karena api justru makin membesar dan memicu kepanikan massal.

Baca Juga: Pembaruan Menakjubkan! BeAT Deluxe Berevolusi Menjadi Honda BeAT 150, Tampil Beda Dari Versi Lama

Dalam situasi genting itu, Suyono memilih fokus menyelamatkan diri."Pokoknya gimana kita selamat aja waktu itu," ujarnya.

Hanya Pakaian di Badan yang Tersisa

Pagi harinya, setelah petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api, Suyono kembali untuk memeriksa kondisi rumahnya.

Harapannya pupus saat melihat seluruh harta bendanya—termasuk kompor, kulkas, TV, dan lemari pakaian—telah ludes terbakar.

Bahkan, gerobak nasi goreng yang menjadi satu-satunya sumber mata pencaharian kini tinggal kerangka besi.

Kemalangan Suyono kian bertambah karena uang tunai Rp 300.000 hasil berdagang malam itu yang disimpan di laci gerobak turut hangus.

"Ya Allah, sampe uang hasil jualan habis, gerobak juga tidak ada lagi. Semua terbakar," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kini, ia hanya memiliki pakaian yang melekat di tubuhnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.