Jakarta

Lawan Post-Truth, Wabup Tangerang Ajak Pemuda Perkuat Literasi Digital: Budayakan Saring Sebelum Sharing!

M Rahman Akurat | 20 Mei 2026, 07:39 WIB
Lawan Post-Truth, Wabup Tangerang Ajak Pemuda Perkuat Literasi Digital: Budayakan Saring Sebelum Sharing!
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah (ketiga dari kiri) menjadi keynote speaker dalam acara Dialog Interaktif Literasi Digital.

AKURAT JAKARTA – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyoroti tantangan berat generasi muda dalam menghadapi era post-truth.

Hal ini disampaikannya saat membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam Dialog Interaktif Literasi Digital yang diinisiasi Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang.

Acara bertajuk "Menghadapi Era Post-Truth Melalui Penguatan Literasi dan Publikasi Bahaya Hoaks bagi Generasi Muda" tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Tigaraksa, Selasa (19/05/26).

Bahaya Fenomena Post-Truth

Dalam paparannya, Wabup Intan mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi digital saat ini membawa dampak yang masif dan cepat.

Tingginya ketergantungan generasi muda pada gawai menciptakan tantangan psikologis serta teknis yang kompleks.

"Kita saat ini hidup di era post-truth, sebuah era di mana emosi dan giringan opini lewat video yang dipotong-potong sering kali lebih dipercaya daripada fakta objektif," ujar Wabup Intan Nurul Hikmah.

Ia menyayangkan kecenderungan anak muda yang sering kali hanya membaca judul berita tanpa memahami isi secara utuh, sehingga rentan terjebak dalam persepsi yang salah.

Budaya Saring Sebelum Sharing

Guna membentengi masyarakat dari informasi palsu, Wabup menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan media massa.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menanamkan budaya literasi yang kuat di kalangan milenial dan Gen Z.

“Sinergi seluruh elemen masyarakat dan media sangat dibutuhkan untuk menanamkan budaya 'saring sebelum sharing'. Kita harus memastikan pikiran bergerak lebih cepat daripada jempol sebelum menyebarkan informasi,” tegasnya.

Etika Beraspirasi di Media SosialSelain literasi, Intan juga mengimbau agar penyampaian aspirasi maupun kritik melalui media sosial dilakukan dengan santun dan beretika.

Ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen untuk selalu responsif terhadap setiap aduan masyarakat.

"Pemkab Tangerang terus menguatkan komitmen untuk merespons aduan masyarakat secara objektif dan transparan," ungkapnya.

Wabup Intan Nurul Hikmah pun mengapresiasi KWRI Kabupaten Tangerang yang mau turun langsung memberikan edukasi ke sekolah-sekolah dan kampus.

"Menyampaikan aspirasi dan kritik itu hak, silakan dilakukan lewat media sosial. Namun, sampaikanlah dengan santun, berbasis data yang valid, dan tidak sekadar menghujat. Media juga kami ingatkan agar tidak sekadar mengejar umpan klik (clickbait) tapi juga edukasi dan tuntunan," tambahnya.

Dorong Masyarakat Lebih Melek Informasi

Dia berharap melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi seperti KWRI, dapat mendorong lahirkan masyarakat yang lebih melek informasi dan partisipatif dalam pembangunan daerah

"Tujuan akhir kita adalah mewujudkan generasi muda yang cerdas, bijak, dan adaptif dalam memilah informasi, demi membawa Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," pungkasnya

Sementara Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Heriyanto, mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar program-progam yang mendukung keterbukaan informasi publik dan penguatan literasi, bekerja sama dengan sekolah, kampus dan penyelenggara pendidikan lainnya.

"Kami siap menjadi mitra strategis dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.