Jakarta

Jenderal Iran Ngamuk: Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Massal Amerika

Yusuf Doank | 19 Mei 2026, 21:39 WIB
Jenderal Iran Ngamuk: Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Massal Amerika
Jenderal Iran Ngamuk: Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Massal Amerika

AKURAT JAKARTA — Pemerintah Iran melayangkan ancaman keras akan menjadikan wilayah Teluk Oman sebagai 'kuburan" bagi kapal-kapal perang dan pasukan militer Amerika Serikat (AS).

Ancaman tersebut sebagai reaksi keras Teheran jika Washington tidak segera menghentikan aksi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran.

Pernyataan sekaligus peringatan terbuka terhadap pasukan militer AS tersebut disampaikan langsung oleh Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, anggota Dewan Penasihat Kebijakan Iran, melalui siaran televisi negara Iran pada Minggu (17/5/2026).

Baca Juga: Iran Tuding UEA Terlibat Agresi Bersama Israel, Sebut Ancam Keamanan Kawasan

Menurut Rezaei, Teheran secara resmi memandang tindakan blokade maritim yang dilakukan oleh Amerika Serikat sebagai sebuah bentuk pernyataan perang yang nyata.

"Saran saya kepada militer AS adalah mundur, sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda," ujar Rezaei sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Selasa (19/5/2026).

Rezaei menegaskan, blokade laut yang diterapkan di wilayah perairannya telah memenuhi unsur tindakan agresi militer.

Oleh karena itu, pihak Iran merasa memiliki landasan hukum dan hak yang sah untuk melakukan tindakan balasan demi mempertahankan kedaulatan negaranya.

"Jika tidak (mundur), pemahaman kami adalah bahwa blokade laut merupakan tindakan perang, dan meresponsnya adalah hak alami kami," kata Rezaei menambahkan.

Hingga saat ini, ketegangan di koridor perairan strategis tersebut terus meningkat, seiring dengan belum adanya tanda-tanda pelonggaran kebijakan patroli maupun blokade dari angkatan laut Amerika Serikat di kawasan Teluk Oman.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y