Jakarta

Pertama di Indonesia! Kabupaten Tangerang Luncurkan Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026, Kick-Off Dilakukan Oleh Bawaslu RI

M Rahman Akurat | 13 Mei 2026, 07:41 WIB
Pertama di Indonesia! Kabupaten Tangerang Luncurkan Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026, Kick-Off Dilakukan Oleh Bawaslu RI
Kick-Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Anggota Bawaslu RI, Ibu Lolly Suhenty.

AKURAT JAKARTA – Kabupaten Tangerang resmi mencetak sejarah baru dalam dunia demokrasi di Indonesia.

Kabupaten Tangerang menjadi daerah pertama dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang menggelar Kick-Off Peluncuran Nasional Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026.

Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, ini berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Tangerang pada Selasa (12/05/2026).

Baca Juga: Pantau Langsung Seleksi Wawancara Calon Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang 2026, Bupati Maesyal Jamin Tidak Ada Titipan

Sementara peresmian Kick-Off Peluncuran Nasional Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 ini dilakukan secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty.

Kebanggaan dan Awal Baik Demokrasi

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan rasa bangga dan syukur atas kepercayaan besar yang diberikan oleh Bawaslu RI.

Menurutnya, penunjukan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas demokrasi di tingkat daerah hingga nasional.

“Kami bangga dan bersyukur dapat melaksanakan tugas mulia ini. Kabupaten Tangerang menjadi daerah pertama dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang melaksanakannya,” ujar Maesyal Rasyid dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kepercayaan ini menjadi modal awal yang baik bagi Kabupaten Tangerang untuk menjaga dinamika politik agar tetap kondusif.

Langkah ini diharapkan mampu menginspirasi daerah lain di Indonesia untuk menerapkan program serupa.

Baca Juga: Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Membuat Kamu Lebih Disegani di Kantor Meski Tanpa Jabatan Tinggi

Sinergi Lintas Sektor Kunci Sukses Pemilu Aman

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bawaslu, KPU, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi yang kuat, lanjut Bupati Maesyal Rasyid, menjadi fondasi utama demi melahirkan Pemilu yang aman dan bermartabat.

"Koordinasi dan sinergi lintas sektor adalah kunci utama. Saya ingat betul bagaimana komunikasi yang intensif, bahkan hingga dini hari, dilakukan demi memastikan situasi tetap terkendali tanpa mengintervensi norma hukum yang ada," ungkapnya.

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 ini mengusung jargon "Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 Yang Bermartabat".

Melalui program ini, kader pengawas diharapkan mampu menjadi mata dan telinga dalam mengawal jalannya pesta demokrasi.

“Saya berharap para kader pengawas semakin berintegritas dan bertanggung jawab. Selain itu, literasi politik masyarakat harus diperkuat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau upaya memecah belah persatuan,” tambah Bupati Maesyal.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN: Perum DAMRI Buka Posisi Staf Hubungan Karyawan 2026

Apresiasi dari Bawaslu RI

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan komitmen nyata dari seluruh pihak.

Pengawasan partisipatif dinilai sebagai instrumen krusial untuk menekan praktik politik uang dan politisasi SARA.

“Para Kader Pengawas Partisipatif adalah mata dan telinga yang memastikan setiap suara terjaga demi tegaknya keadilan pemilu,” jelas Lolly.

Lolly juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan penuh dan penyediaan fasilitas terhadap agenda nasional ini.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Tangerang sebelumnya sempat masuk dalam kategori rawan tinggi berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP).

Baca Juga: Pansus DPRD DKI Segel Enam Lokasi Parkir di Blok M Square, Potensi Kebocoran PAD Capai Rp50 Miliar

Namun, berkat netralitas ASN yang terjaga dan kolaborasi yang solid, potensi kerawanan tersebut berhasil dimitigasi dengan baik.

Keberhasilan inilah yang membuat Bawaslu RI memilih Kabupaten Tangerang sebagai lokasi kick-off nasional yang disaksikan secara daring maupun luring oleh perwakilan 514 kabupaten/kota se-Indonesia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.