Jakarta

Pantau Langsung Seleksi Wawancara Calon Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang 2026, Bupati Maesyal Jamin Tidak Ada Titipan

M Rahman Akurat | 13 Mei 2026, 07:28 WIB
Pantau Langsung Seleksi Wawancara Calon Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang 2026, Bupati Maesyal Jamin Tidak Ada Titipan
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, memantau langsung seleksi penerima beasiswa Tangerang Gemilang 2026

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat miskin.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memantau langsung seleksi wawancara calon penerima Program Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang pada Selasa (12/5/2026).

Program Beasiswa Tangerang Gemilang tahun 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Dari sekitar 1.700 lebih pendaftar, sebanyak 1.458 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi yang berhak untuk mengikuti tahapan wawancara.

Baca Juga: Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Membuat Kamu Lebih Disegani di Kantor Meski Tanpa Jabatan Tinggi

Dari jumlah tersebut, sekitar 650 peserta akan ditetapkan sebagai penerima beasiswa.

Program strategis ini dirancang untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas.

Kuota penerima tahun ini melonjak tajam demi menjangkau lebih banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera.

Kuota Penerima Naik Tiga Kali Lipat

Animo masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Tercatat lebih dari 1.700 pendaftar mengajukan berkas.

Setelah melalui verifikasi ketat, 1.458 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan wawancara.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN: Perum DAMRI Buka Posisi Staf Hubungan Karyawan 2026

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa Pemkab Tangerang meningkatkan alokasi penerima beasiswa secara signifikan pada tahun anggaran 2026.

“Sebelumnya tahun 2025 juga sudah kita berangkatkan beasiswa sebanyak 235 orang. Sekarang naik menjadi lebih kurang sekitar 670 orang, jadi tiga kali lipat naiknya,” ujar Maesyal Rasyid di lokasi seleksi.

Dari total peserta wawancara, sekitar 650 hingga 670 mahasiswa terbaik akan ditetapkan sebagai penerima sah Beasiswa Tangerang Gemilang 2026.

Prioritas untuk Keluarga Desil 1 sampai Desil 4

Pemkab Tangerang memastikan bantuan pendidikan ini tepat sasaran. Prioritas utama penerima manfaat adalah warga Kabupaten Tangerang yang masuk dalam kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desil 1 hingga Desil 4.

Kategori tersebut mencakup:

  • Keluarga dengan keterbatasan ekonomi tinggi.

  • Orang tua dengan penghasilan rendah.

  • Masyarakat yang kesulitan membiayai kuliah mandiri.

Baca Juga: Pansus DPRD DKI Segel Enam Lokasi Parkir di Blok M Square, Potensi Kebocoran PAD Capai Rp50 Miliar

Kuliah Gratis Sampai Lulus dan Wisuda

Para penerima Beasiswa Tangerang Gemilang akan mendapatkan fasilitas pembiayaan kuliah penuh (full scholarship).

Komponen beasiswa mencakup seluruh biaya pendidikan dari semester awal hingga menyandang gelar sarjana.

“Mudah-mudahan ini menjadi modal dasar bagi anak-anak kita supaya bisa sekolah, bisa kuliah, dan mereka supaya bisa pintar, bisa cerdas, dan gratis semuanya. Dari awal masuk sampai dengan selesai dia wisuda, gratis,” tegas Bupati Maesyal.

Gandeng 33 Kampus Ternama

Untuk memperluas pilihan program studi, Pemkab Tangerang telah menjalin kemitraan resmi dengan 33 perguruan tinggi di Indonesia. Jaringan kampus ini dipastikan akan terus bertambah.

Maesyal Rasyid membeberkan bahwa sejumlah kampus top nasional mulai melirik program ini untuk berkolaborasi, salah satunya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Kita sudah kerja sama dengan lembaga pendidikan, bahkan sudah ada 33 universitas. Kemarin kami juga mendapat kabar dari ITB yang ingin menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Baca Juga: Total Kekayaan Presiden Prabowo Capai Rp2 Triliun Tanpa Utang

Bupati Jamin Seleksi Bersih Tanpa Titipan

Guna menjaga integritas program, Bupati Tangerang menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

Ia menjamin tidak ada praktik nepotisme atau intervensi dari pihak luar dalam menentukan kelulusan peserta.

“Enggak ada titipan. Semuanya seleksi. Bukan hanya seleksi di internal sini saja, tapi juga di perguruan tinggi kita tidak bisa masuk ke sana,” pungkas Maesyal Rasyid.

Melalui transparansi dan peningkatan kuota ini, Pemkab Tangerang berharap generasi muda dapat memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan tinggi berkualitas. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.