Bupati Maesyal Hadiri Perayaan HUT Imamat ke-30 di Gereja Odilia, Tegaskan Komitmen Toleransi Beragama di Kabupaten Tangerang

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Imamat ke-30 Romo Felix dan Romo Richard di Gereja Katolik Santa Odilia, Paroki Citra Raya, pada Sabtu (9/5/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang ini sekaligus untuk memonitor langsung pelaksanaan ibadah misa agar berjalan aman dan kondusif.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid memberikan apresiasi tinggi atas pengabdian tanpa lelah kedua Romo tersebut selama tiga dekade.
Menurutnya, sosok Romo Felix dan Romo Richard adalah figur teladan yang tidak hanya fokus pada urusan spiritual, tetapi juga aktif dalam aksi sosial dan pelestarian lingkungan.
"Beliau ini selalu hadir tanpa membedakan siapa pun. Figur para Romo ini menjadi contoh bagi kita semua karena dedikasinya yang luas, mulai dari pelayanan ibadah hingga kegiatan sosial seperti menanam pohon dan peternakan," ujar Bupati di hadapan jemaat.
Menepis Isu Miring, Tangerang Kabupaten Toleransi
Momen ini juga dimanfaatkan Bupati Maesyal untuk menegaskan posisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sebagai wilayah yang menjunjung tinggi keberagaman.
Ia mematahkan isu-isu yang menyebut pemerintah daerah pasif terhadap kegiatan keagamaan tertentu.
"Kabupaten Tangerang adalah wilayah toleransi. Jika ada isu pemerintah daerah diam terhadap kegiatan ibadah, itu tidak benar. Kami menjamin setiap kegiatan masyarakat harus berjalan aman, lancar, dan tertib," tegas Maesyal Rasyid.
Ia menambahkan bahwa kehadirannya di berbagai hari besar agama, seperti Paskah dan rencana menghadiri kegiatan umat Hindu pada Juli mendatang, adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah seluruh umat beragama tanpa diskriminasi.
Mengajak Masyarakat Menjaga Harmonisasi
Menutup arahannya, Bupati Maesyal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara kerukunan berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Hal ini dianggap krusial demi kelancaran pembangunan daerah dan kedamaian hidup sehari-hari.
"Mari kita abadikan kebersamaan ini agar hubungan antarmanusia dan antaragama tetap harmonis. Keharmonisan adalah kunci kelancaran pembangunan di Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





