Jakarta

Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional Aglomerasi di Sustainable Aglo-City Summit 2026, Pemkab Tangerang Hadirkan MRT hingga PSEL Jatiwaringin

M Rahman Akurat | 30 April 2026, 08:43 WIB
Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional Aglomerasi di Sustainable Aglo-City Summit 2026, Pemkab Tangerang Hadirkan MRT hingga PSEL Jatiwaringin
Pemkab Tangerang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi sebagai bagian dari rangkaian Sustainable Aglo-City Summit 2026

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi menjadi tuan rumah Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi yang merupakan bagian dari rangkaian Sustainable Aglo-City Summit 2026.

Acara strategis Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi ini digelar di Hotel Novotel, BSD City, pada Rabu (29/4/2026).

Penunjukan ini menjadi momentum krusial bagi Pemkab Tangerang dalam memperkuat tata kelola pemerintahan kolaboratif antara wilayah penyangga, DKI Jakarta, serta daerah lain di Banten dan Jawa Barat.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kebijakan aglomerasi yang dicanangkan pemerintah pusat.

Baca Juga: Atasi Kabel Semrawut, Pemkab Tangerang Gandeng Apjatel Targetkan 15 Ruas Jalan Bebas Kabel Udara pada 2026

Sinkronisasi Kebijakan Kunci Menghadapi Urbanisasi

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan antarwilayah adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Kabupaten Tangerang sangat siap menjalankan peran strategis ini. Kita tidak bisa berjalan sendiri dalam mengelola wilayah yang sudah saling terhubung secara ekonomi dan sosial," ujar Bupati Maesyal di hadapan para peserta seminar.

Fokus pada MRT dan Pengolahan Sampah

Salah satu poin utama yang dibahas dalam seminar ini adalah integrasi transportasi publik, khususnya rencana pengembangan MRT Jakarta-Tangerang.

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat secara efisien dan aman, terutama antar wilayah penyangga ibu kota.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Haus, Ini Cara Mudah Cegah Dehidrasi saat Cuaca Panas

Selain transportasi, sektor lingkungan menjadi sorotan melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Jatiwaringin.

Proyek ini membutuhkan koordinasi lintas wilayah, terutama terkait infrastruktur logistik dan akses jalan.

"Terkait pengolahan sampah di Jatiwaringin, kita merancang integrasi mulai dari akses jalan hingga teknologi pengolahan agar memberi nilai tambah berupa listrik," jelas Maesyal.

Baca Juga: Politik AS Ancam Seret Trump ke Pengadilan Kalau Nekat Lanjutkan Perang Iran Tanpa Izin

Penguatan Ekonomi Desa dan UMKM

Di sektor ekonomi, Pemkab Tangerang berkomitmen menyelaraskan program Asta Cita untuk mendorong pembangunan dari tingkat desa.

Tujuannya agar dampak aglomerasi tidak hanya dirasakan oleh industri besar, tetapi juga petani dan UMKM.

"Kita ingin ekonomi desa tetap kuat agar petani dan UMKM tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tegas Bupati.

Respons Terhadap Kompleksitas Jabodetabekpunjur

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menambahkan bahwa seminar ini adalah ruang diskusi strategis untuk merumuskan solusi atas kompleksitas pembangunan di kawasan Jabodetabekpunjur.

Menurut Soma, tekanan urbanisasi menuntut adanya gagasan inovatif terkait ketahanan pangan dan konektivitas yang akan menjadi bahan pertimbangan kebijakan pembangunan di masa depan.

Baca Juga: Cegah Penyakit Campak, Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang Telah Imunisasi 2.406 Balita

Dukungan Pemerintah Pusat

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, yang turut hadir memberikan apresiasi.

Ia menekankan bahwa konsep aglomerasi akan sukses jika fokus pada eksekusi isu sektoral tanpa terjebak birokrasi yang rumit.

"Fokus pada isu sektoral, petakan masalahnya, dan langsung eksekusi. Pemerintah pusat berkomitmen menjadi jembatan dukungan kebijakan maupun pendanaan," kata Bima Arya.

Acara ini ditutup dengan Deklarasi Aglomerasi yang ditandai dengan permainan angklung bersama oleh perwakilan kepala daerah se-Jabodetabekpunjur sebagai simbol harmonisasi dan kolaborasi antarwilayah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.