Jakarta

Atasi Kabel Semrawut, Pemkab Tangerang Gandeng Apjatel Targetkan 15 Ruas Jalan Bebas Kabel Udara pada 2026

M Rahman Akurat | 30 April 2026, 08:30 WIB
Atasi Kabel Semrawut, Pemkab Tangerang Gandeng Apjatel Targetkan 15 Ruas Jalan Bebas Kabel Udara pada 2026
Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memotong kabel udara fiber optik sebagai tanda dimulainya program Tangerang Gemilang bebas Kabel Melintang.

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi memulai proyek besar penataan estetika kota, yaitu dengan pemasangan kabel fiber optik bawah tanah.

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memimpin langsung seremoni pemotongan kabel udara fiber optik untuk direlokasi ke bawah tanah di ruas Jalan Syekh Nawawi, Kecamatan Tigaraksa, pada Rabu (29/04/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen mewujudkan visi "Kabupaten Tangerang Gemilang" melalui infrastruktur yang lebih rapi, asri, dan aman bagi masyarakat.

Baca Juga: Cegah Penyakit Campak, Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang Telah Imunisasi 2.406 Balita

Target 15 Ruas Jalan di Tahun 2026

Dalam keterangannya, Wabup Intan menegaskan bahwa penataan ini menyasar kabel-kabel yang menjuntai dan merusak pemandangan kota.

Proyek ini ditargetkan menyentuh 15 ruas jalan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dalam satu tahun ke depan.

"Hari ini kita mulai pemotongan kabel yang semrawut. Target tahun ini ada 15 ruas jalan, dengan 10 ruas prioritas awal, termasuk jalur Legok-Karawaci dan Syekh Nawawi Tigaraksa," ujar Intan Nurul Hikmah.

Wabup Intan menambahkan bahwa penggunaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) untuk kabel tanam adalah solusi jangka panjang.

"Kita ingin Kabupaten Tangerang benar-benar Gemilang. Tidak ada lagi kabel menjuntai yang membahayakan warga," tegasnya.

Baca Juga: Kenali Gelagat Pasangan yang Menjadi Tanda Kalau Dia Lagi Selingkuh

Kolaborasi Strategis dengan Dana Non-APBD

Proyek transformasi digital ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Perhubungan, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) wilayah Banten.

Koordinator Wilayah Apjatel Banten, Noviana, mengungkapkan bahwa seluruh pendanaan relokasi ini bersumber dari dana swasta (non-APBD).

Noviana menegaskan bahwa proyek non-APBD ini merupakan bentuk kontribusi operator telekomunikasi terhadap penataan ruang publik di Tangerang.

"Kami berkomitmen menyelesaikan 15 ruas jalan ini dalam setahun. Tujuannya agar tahun depan tidak ada lagi penggalian berulang yang mengganggu jalan," jelas Noviana.

"Memang ada tantangan terkait kenaikan harga bahan baku pipa, namun para rekan-rekan operator tetap berupaya maksimal agar tahun depan Kabupaten Tangerang bisa lebih tertata rapi," tambahnya.

Baca Juga: Monas Bukan Hanya Wisata, Ketahui Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan

Sekretaris DBMSDA Kabupaten Tangerang, Endang Sukendar, menambahkan bahwa keamanan adalah prioritas utama selain estetika.

Sebab, kabel udara yang tidak teratur seringkali menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.

"Sesuai arahan Ibu Wakil Bupati, kita ingin menciptakan kenyamanan. Jalan yang penuh kabel menjuntai itu sangat berisiko. Kami memohon dukungan dan kesabaran masyarakat jika selama pengerjaan terjadi sedikit gangguan arus lalu lintas," ungkap Endang.

Dengan dimulainya proyek ini, Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi standar baru bagi wilayah lain dalam pembangunan infrastruktur digital yang ramah lingkungan dan estetis. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.