Pemkab Tangerang Targetkan Jangkau 13.250 Keluarga Berisiko Stunting Melalui Program DASHAT 2026

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Pemkab Tangerang secara resmi meluncurkan kegiatan Pelatihan dan Edukasi Gizi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Rabu (22/4/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk akselerasi penurunan angka stunting di tingkat lokal, sekaligus menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Nomor 103 Tahun 2022.
Fokus pada Pemberdayaan Pangan Lokal
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Prima Saras Puspa, menegaskan bahwa intervensi stunting harus dilakukan secara konvergensi, mencakup aspek spesifik dan sensitif.
Menurutnya, program DASHAT bukan sekadar kegiatan mengolah makanan, melainkan upaya pemberdayaan masyarakat di tingkat Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).
"Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan bermakna jika anak-anak kita tumbuh dalam kondisi stunting. Melalui DASHAT, kita memberdayakan masyarakat untuk memahami gizi keluarga dengan memaksimalkan potensi pangan lokal yang ada di sekitar mereka," ujar Prima.
Jangkau 265 Desa dan Belasan Ribu Keluarga
Program DASHAT tahun 2026 mencatatkan peningkatan jangkauan yang cukup signifikan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
Berkat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK), DPPKB Kabupaten Tangerang mampu menyelenggarakan pelatihan di 265 desa/kelurahan dengan target sasaran mencapai 13.250 Keluarga Berisiko Stunting (KRS).
Tak hanya dari pusat, dukungan juga mengalir dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan khusus bagi 10 Desa Lokus.
Alokasi ini mencakup pemberian bahan natura kepada 1.240 KRS, melanjutkan tren positif program serupa yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2023.
Tiga Pilar Utama DASHAT
Pelatihan ini menitikberatkan pada tiga pilar utama:
Pemberdayaan Ekonomi: Meningkatkan kemandirian keluarga.
Edukasi Gizi: Memberikan pemahaman mendalam mengenai asupan sehat.
Pemanfaatan Pangan Lokal: Mendorong penggunaan bahan seperti ikan lele atau hasil kebun sendiri.
"Masalah gizi sering kali muncul bukan karena ketiadaan makanan, tapi kurangnya pemahaman dalam mengolah bahan yang tepat. Kader di lapangan adalah ujung tombak kami untuk menularkan ilmu ini kepada ibu hamil dan keluarga di lingkungannya," tambah Prima.
Integrasi Program Nasional dan Daerah
Selain DASHAT, Pemkab Tangerang juga terus menyosialisasikan program prioritas lainnya guna memperkuat ketahanan keluarga, seperti TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
Dukungan penuh terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menutup arahannya, Prima mengingatkan bahwa investasi terbaik bangsa bukan pada infrastruktur fisik, melainkan pada kualitas sumber daya manusia.
Dikatakan Prima, gotong-royong antara pemerintah, kader, dan keluarga menjadi kunci utama.
"Gizi dan pendidikan anak adalah fondasi pembangunan. Generasi yang sehat dan cerdas adalah modal utama kita untuk masa depan Indonesia yang tangguh dan mandiri," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





