Jakarta

Indonesia Dorong Investasi dan Ekspor Pangan Lewat Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026

Laode Akbar | 31 Maret 2026, 07:07 WIB
Indonesia Dorong Investasi dan Ekspor Pangan Lewat Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026
Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 yang diselenggarakan di Wuhan, Tiongkok

AKURAT JAKARTA – Indonesia mendorong peningkatan investasi industri pangan dan ekspor produk nasional melalui penyelenggaraan Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 yang dirangkaikan dengan partisipasi Indonesia dalam The 14th China Food Trade Fair 2026 di Wuhan, Tiongkok, Senin (30/3/2026).

Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia–Tiongkok, khususnya dalam pengembangan ekosistem industri pangan, peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, serta perluasan akses pasar global.

Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC), Budihardjo Iduansjah mengatakan forum tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan ekspor, tetapi juga mendorong masuknya investasi industri ke Indonesia.

Baca Juga: DPRD DKI Andalkan Reses Jadi Jalur Aspirasi Warga, Legislator Golkar Basri Baco: Tanpa Pokok Pikiran, Ini Jadi Tumpuan

"Kami tidak hanya mendorong peningkatan ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi industri ke Indonesia. Dengan menghadirkan investor dan pelaku industri, kita ingin mendorong pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri," kata Budihardjo dalam keterangannya.

Menurut dia, langkah tersebut penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi yang mampu memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

Selain forum bisnis, Indonesia juga menghadirkan Indonesia Pavilion dalam pameran tersebut yang diikuti 17 exhibitor dari produsen lokal dan merek nasional. Berbagai produk unggulan ditampilkan, mulai dari hasil perikanan hingga produk olahan bernilai tambah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyatakan potensi pasar Tiongkok perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar global.

"Dengan potensi pasar Tiongkok yang sangat besar, kami optimistis kerja sama antar pelaku usaha kedua negara akan terus berkembang," ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan perdagangan bilateral sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia di pasar internasional.

Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menekankan pentingnya membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dan berdaya saing global melalui tiga prioritas utama.

Ketiga prioritas tersebut meliputi penguatan rantai pasok pangan terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi.

"Kerja sama ini harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital," kata Maman.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Liang Zhi Long Group untuk penyelenggaraan Asian Food & Ecosystem Expo (AFEX), serta Letter of Intent (LoI) antara Chongqing Department Store Co., Ltd, Liang Zhi Long, dan ATTEC untuk memperkuat perdagangan produk Indonesia di pasar Tiongkok.

Selain sektor industri, forum ini juga membuka peluang ekspansi sektor kuliner Indonesia melalui pengembangan restoran Indonesia di pasar internasional. Salah satu peserta, restoran Sari Ratu, turut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas jejak kuliner Indonesia di luar negeri.

Inisiatif ini juga sejalan dengan pengembangan program jalur rempah yang diharapkan dapat memperkuat identitas kuliner Indonesia sekaligus menciptakan ekosistem ekspor berkelanjutan melalui integrasi industri makanan, restoran, dan rantai pasok bahan baku domestik.

Melalui partisipasi dalam forum dan pameran internasional ini, Indonesia menargetkan terciptanya kolaborasi konkret yang mampu mendorong ekspor, investasi, pembangunan industri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y