Jakarta

Buka Rembuk Stunting 2026, Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah Tegaskan Pentingnya Data Akurat dan Integrasi Program

M Rahman Akurat | 30 Maret 2026, 14:57 WIB
Buka Rembuk Stunting 2026, Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah Tegaskan Pentingnya Data Akurat dan Integrasi Program
Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka acara Pramusrenbang Tematik Stunting (Rembuk Stunting) Tahun 2026

AKURAT JAKARTA – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka acara Pramusrenbang Tematik Stunting (Rembuk Stunting) Kabupaten Tangerang tahun 2026 di Hotel Yasmin, Senin (30/03/2026).

Dalam forum tersebut, Wabup Intan Nurul Hikmah menekankan bahwa penanganan stunting adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan faktor penentu kualitas hidup anak di masa depan, mulai dari kecerdasan hingga produktivitas kerja.

Baca Juga: Gubernur Pramono Pastikan Wacana WFH Bagi ASN Jakarta Tidak Diterapkan pada Hari Rabu, Ini Alasannya

"Stunting ini bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut masa depan generasi kita. Anak-anak yang mengalami stunting akan menghadapi tantangan dalam tumbuh kembang, kecerdasan, hingga produktivitas di masa depan," ujar Intan Nurul Hikmah.

Fokus pada Implementasi dan Ketepatan Data

Wabup Intan menjelaskan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang tidak bisa hanya bersandar pada regulasi di atas kertas.

Kunci utamanya terletak pada implementasi lapangan yang terintegrasi dan penggunaan data yang akurat agar intervensi tepat sasaran.

"Yang paling penting adalah bagaimana implementasi di lapangan dan intervensi yang benar-benar tepat sasaran, sesuai dengan data yang akurat serta terintegrasi, lintas program dan multisektor," tegasnya.

Baca Juga: Erick Thohir Ingatkan Bulgaria Ujian Sesungguhnya Skuad Garuda

Kolaborasi Multisektor sebagai Kunci

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Rembuk Stunting 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat konvergensi antar perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Penyatuan persepsi dinilai krusial agar setiap anak di Kabupaten Tangerang mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para camat, perangkat daerah, dan seluruh pihak yang telah berdedikasi dalam program percepatan penurunan stunting.

"Semoga apa yang telah kita capai ini bisa semakin memperkuat semangat gotong royong dan mari kita pastikan bahwa setiap program yang direncanakan benar-benar berdampak dan dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga: Ketegangan Makin Meningkat, Pentagon Dilaporkan Siapkan Opsi Operasi Darat di Iran

Sementara Plt. Sekretaris Bappeda, Sri Indriastuti, mengatakan bahwa pramusrenbang Rembuk Stunting tahun 2026 bertujuan untuk membahas hasil kinerja konvergensi stunting tahun lalu.

Selanjutnya, hasil evaluasi akan dijadikan sebagai bahan untuk menyusun rencana kerja percepatan penurunan dan pencegahan stunting tahun berikutnya dan mempertajam sasaran utama penerima manfaat.

"Percepatan penurunan stunting sasaran utamanya adalah ibu hamil, balita, baduta, remaja putri calon pengantin dan semua rumah tangga atau masyarakat terutama mereka yang masuk di dalam keluarga risiko stunting," ujarnya.

"Jadi intervensinya tidak hanya kepada anak balitanya tetapi mulai kepada mereka yang masih remaja putri, menjadi calon pengantin, ibu hamil dan seterusnya," jelasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.