Satu Tahun Melangkah Bersama Maesyal - Intan, Kabupaten Tangerang Semakin Sejahtera dan Berdaya Saing

AKURAT JAKARTA – Genap satu tahun Moch. Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah memimpin Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Keduanya memaparkan berbagai capaian strategis dalam membangun daerah melalui forum "Satu Tahun Melangkah Bersama" yang digelar di Aula Pendopo Bupati, pada Selasa (10/03/2026)
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang periode 2025-2030 ini menunjukkan bukti nyata transformasi Kabupaten Tangerang yang lebih sejahtera.
Baca Juga: 5 Cara Menjaga Pola Makan Saat Puasa agar Tubuh Tetap Sehat
Dalam forum yang dihadiri jajaran Pimpinan Daerah dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, Bupati Maesyal menekankan bahwa visi besar mereka sepanjang 2024-2025 telah membuahkan hasil impresif pada kualitas hidup masyarakat.
Data makro menunjukkan tren positif yang signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tangerang tercatat naik dari 76,19 menjadi 76,74. Peningkatan ini berbanding lurus dengan membaiknya kondisi ekonomi warga.
"Kami fokus pada kesejahteraan dasar. Angka kemiskinan berhasil kita tekan menjadi 6,42%, sementara tingkat pengangguran terbuka menyusut hingga ke angka 5,94%," ujar Maesyal Rasyid.
Di sektor kesehatan, duet Maesyal-Intan mencatatkan prestasi gemilang dalam penanganan stunting. Angka prevalensi stunting di Kabupaten Tangerang merosot tajam dari 7,7% menjadi 6%.
Penurunan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan koordinasi antar-OPD dalam menjaga gizi dan kesehatan generasi mendatang.
5 Program Unggulan Maesyal-Intan
Untuk menjaga momentum pembangunan, Pemkab Tangerang terus memacu lima program unggulan yang menjadi pilar utama kebijakan mereka:
PRIMA (Pemerintahan Inovatif, Maju, dan Smart): Transformasi digital layanan publik.
PROSPEK (Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dan Daerah): Penguatan UMKM dan ekonomi lokal.
TUNAS (Talenta Unggul Generasi Sehat): Fokus pada kualitas pemuda dan kesehatan masyarakat.
SETARA (Sekolah Terpadu Ramah Anak): Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
SELARAS (Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah, dan Berkelanjutan): Pembangunan berbasis lingkungan dan tata kota berkelanjutan.
Di bawah program PRIMA, birokrasi kini semakin profesional melalui digitalisasi layanan kependudukan dan pengoperasian Gerai Pelayanan Publik (GPP) di Mall Ciputra serta Intermoda BSD.
Untuk mendukung ketersediaan lapangan kerja, layanan Kartu Pencari Kerja (AK-1) mencatat sebanyak 23.225 orang telah berhasil ditempatkan bekerja.
Pemerintah meluncurkan program PROSPEK untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan beberapa inisiatif.
Di ataranya: penyaluran bantuan beras sebanyak 17,25 ton bagi keluarga dengan kemiskinan ekstrem, pembentukan 25 Desa Mandiri Pangan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi desa, serta pendampingan terhadap 821 UMKM melalui Kawasan Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing mereka.
Pendidikan Inklusif Melalui program SETARA, akses pendidikan kini semakin luas dengan hadirnya program Sekolah Swasta Gratis (44 SD dan 116 SMP) yang menjangkau 35.784 siswa.
Selain itu, 15 unit bus sekolah gratis telah melayani lebih dari 3.500 siswa di 14 kecamatan.
Baca Juga: Pendaftar Membludak, Kuota Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Ditambah Jadi 30.774 Peserta
Program Talenta Unggul Generasi Sehat (TUNAS) merupakan inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan kesehatan berkualitas yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 7,7% menjadi 6%.
Melalui program ini, pemerintah daerah telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100,49% yang menjamin perlindungan kesehatan bagi 3.533.206 jiwa penduduk.
Selain itu, efektivitas layanan kesehatan juga diperkuat melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dimanfaatkan oleh 1.381.215 orang, melampaui target yang ditetapkan sebesar 110%.
Sektor infrastruktur (SELARAS) juga menjadi prioritas dengan pembangunan jalan baru sepanjang 20,5 km guna mempercepat konektivitas antarwilayah.
Pemerintah juga membangun 6 unit stasiun pompa banjir dan melakukan normalisasi sungai sepanjang 17,15 km demi kenyamanan warga.
Baca Juga: 5 Hal yang Dianggap Gen Z Bisa Membuat Hidup Bahagia, Tapi Ternyata Tidak Selalu Benar
Dedikasi kepemimpinan Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah di Kabupaten Tangerang membuahkan berbagai apresiasi prestisius, termasuk keberhasilan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak 17 kali berturut-turut, sebagai bukti transparansi keuangan yang akuntabel.
Di kancah regional, prestasi tersebut diperkuat dengan keberhasilan Kabupaten Tangerang mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXII Tingkat Provinsi Banten untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Capaian ini juga dilengkapi dengan berbagai penghargaan nasional lainnya seperti predikat "Sangat Inovatif" dalam Innovation Government Award 2025, Paritrana Award atas perlindungan jaminan sosial, serta penghargaan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia.
"Satu tahun ini adalah pondasi untuk masa depan Tangerang yang lebih gemilang. Kami berkomitmen untuk terus melayani dengan bangga dan inovatif," ungkap Maesyal Rasyid. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









