Perkuat Gerakan Sayang Ibu Tahun 2026, Pemkab Tangerang Gelar Rapat Pokja Revitalisasi dan Monitoring

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Revitalisasi dan Monitoring Gerakan Sayang Ibu (GSI) Tahun 2026.
Rapat Pokja yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) ini digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Tangerang, pada Kamis (5/2/2026).
Rapat lintas sektoral ini bertujuan memperkuat koordinasi serta memperketat monitoring pelaksanaan Gerakan Sayang Ibu, guna memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Baca Juga: Puluhan Karung Cacahan Uang di Bekasi Terkonfirmasi Milik Bank Indonesia
Hal ini menunjukkan komitmen serius Pemkab Tangerng dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Daerah I Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan bahwa GSI merupakan pilar penting dalam pembangunan daerah.
Pada tahun 2026, fokus utama GSI adalah mendukung percepatan penurunan dan penghapusan angka stunting.
"Intervensi GSI tidak hanya terpaku pada aspek kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup penguatan peran keluarga, partisipasi masyarakat, hingga pemberdayaan perempuan melalui Pengarusutamaan Gender (PUG)," ujarnya.
Prima menambahkan bahwa kunci keberhasilan program tahun ini terletak pada fungsi monitoring yang lebih ketat. Dengan pengawasan yang berkelanjutan, setiap kendala di lapangan dapat segera terdeteksi dan dicarikan solusinya.
“Kita ingin memastikan seluruh kegiatan GSI terpantau secara konsisten sehingga memberikan dampak nyata, bukan sekadar seremonial. Saya berharap ada kesamaan pemahaman dan sinergi kuat antar perangkat daerah,” tegasnya.
Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menjelaskan bahwa rapat ini bertujuan mendukung percepatan penurunan dan penghapusan stunting melalui penguatan pelaksanaan GSI.
Program GSI nantinya tidak hanya menitikberatkan pada layanan kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga.
Baca Juga: Laga Persahabatan Timnas U-17 vs China, Tiket Dibanderol Rp 50 Ribu
“Rapat Pokja Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu bertujuan untuk mendukung percepatan penurunan dan penghapusan stunting sebagai prioritas pembangunan nasional dan daerah, melalui penguatan pelaksanaan Gerakan Sayang Ibu,” ujarnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


