Jakarta

Tinjau Program KNPI School di Sodong Tigaraksa, Wabup Tangerang: Santri yang Lulus Tetap Punya Ijazah, Bisa Bekerja atau Menjadi Guru di Sekolah

Sastra Yudha | 24 Oktober 2025, 10:46 WIB
Tinjau Program KNPI School di Sodong Tigaraksa, Wabup Tangerang: Santri yang Lulus Tetap Punya Ijazah, Bisa Bekerja atau Menjadi Guru di Sekolah

AKURAT JAKARTA - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, bicara soal pentingnya peran pendidikan informal dan pelatihan keterampilan.

Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat meninjau program KNPI School yang digelar di Pondok Pesantren salafiah Al-Maftuhah, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, pada Kamis (23/10/2025)

Wabup Intan sangat mendukung dan mengapresiasi program KNPI School yang digagas oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: 4 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital, Nomor 3 Sering Diabaikan! 

Ia menegaskan, program KNPI School sangat membantu pemerintah daerah dalam menurunkan angka putus sekolah, khususnya di kalangan santri dan santriwati.

“KNPI School ini hadir untuk membantu pemerintah daerah menurunkan angka putus sekolah," tegas Wabup Intan.

Melalui program KNPI School, lanjutnya, santri dapat tetap belajar agama sekaligus mengikuti kejar paket A, B, dan C.

"Sehingga nantinya, para santri juga memperoleh ijazah yang setara dengan sekolah umum,” ungkap Wabup Intan.

Program KNPI School di pondok pesantren salafi sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin melanjutkan sekolah.

"Dengan adanya KNPI School, mereka bisa belajar ilmu umum tanpa harus keluar dari pesantren. Jadi, santri yang lulus tetap punya ijazah, bisa bekerja, atau menjadi guru di sekolah Islam. Ini program yang sangat baik,” tambahnya.

Baca Juga: Ketidakseimbangan Omega-3 Bisa Jadi Pemicu Wanita Rentan Terkena Alzheimer 

Selain mendukung program pendidikan non-formal, Wabup Intan juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki sejumlah kebijakan di bidang Pendidikan.

Antara lain: program beasiswa, sekolah gratis dan subsidi untuk sekolah swasta, serta penyediaan bis sekolah gratis.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen agar semua anak mendapat kesempatan yang sama untuk bersekolah," katanya.

"Sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah akan diberikan subsidi, sehingga anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri tetap bisa bersekolah secara gratis,” lanjutnya.

Wabup Intan menandaskan pentingnya peran pendidikan informal dan pelatihan keterampilan bagi kaum perempuan dan santriwati.

Baca Juga: Hasil Monitoring Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, DRPPA Kabupaten Tangerang Layak Dijadikan Contoh bagi Daerah Lain 

Melalui program Balai Latihan Kerja (BLK) keliling, pemerintah daerah juga menyediakan pelatihan menjahit, memasak, membuat kue, dan tata rias pengantin.

“Anak-anak perempuan harus bisa menggali potensi diri. Pemerintah tidak hanya mementingkan sekolah formal, tetapi juga memikirkan bagaimana meningkatkan keterampilan agar mereka bisa berkembang dan bermanfaat,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wabup Intan menyampaikan terima kasih kepada para pengasuh pondok pesantren yang telah mendukung program KNPI School.

Mudah-mudahan semua lulus, punya ijazah, berilmu, dan berakhlak mulia. Semoga dari sini lahir generasi perempuan yang salehah, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.