Kementan Tingkatkan Peran Penyuluh Pertanian Provinsi Sumatera Selatan Melalui Galuh LTT dan e-Pusluh

AKURAT JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, percepatan tanam harus dilakukan secara masif di seluruh Indonesia dengan mengoptimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang berada di garda terdepan, serta pengawasan ketat oleh Penanggung Jawab (PJ) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa jika 65.000 data LTT yang dihimpun oleh para penyuluh akan diintegrasikan secara real-time melalui aplikasi e-Pusluh.
Baca Juga: Cuma 60 Kuota! Beasiswa Jalur SNBP dan SNBT dari Vivo Ini Bisa Ubah Nasib Lulusan SMK di Era Digital
Dia menegaskan bahwa keakuratan data sangat menentukan kecepatan respon pemerintah dalam menghadapi dinamika di lapangan, terutama saat memasuki musim tanam maupun menghadapi potensi kekeringan.
Hal ini langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan dengan menggelar Rapat Koordinasi bertema “Gerakan Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan dan Pelaporan LTT di Provinsi Sumatera Selatan”, Selasa (15/04/2025).
Rakor dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta, terdiri dari 70 peserta luring dan 130 peserta daring. Acara ini menjadi wadah penting untuk memperkuat peran penyuluh dalam mendampingi petani, serta meningkatkan efektivitas pelaporan melalui sistem digital
Hadir pula Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian, Koordinator Jabatan Fungsional Penyuluh, serta para penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan BRMP Sumatera Selatan.
Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel menyampaikan pentingnya peran penyuluh sebagai motor penggerak produktivitas dan kesejahteraan petani. Ia menyoroti bahwa penyuluh harus aktif mendorong percepatan tanam sekaligus memastikan data LTT dilaporkan secara tepat waktu.
Sedangkan PJ Swasembada Pangan, Suwandi dalam arahannya mendorong seluruh Penanggung Jawab dan penyuluh untuk memperkuat koordinasi serta komunikasi intensif di lapangan. Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran posko aktif di wilayah kerja penyuluhan sebagai pusat informasi dan dukungan petani.
Ini ditegaskan kembali oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Brigjen TNI (Purn) Ade Prasetya bahwa perlunya gerakan percepatan tanam segera dilakukan, terutama di wilayah yang sudah menyelesaikan panen, guna mengejar peningkatan Indeks Pertanaman (IP).
Sementara perwakilan dari Penyuluh Pertanian Utama, Bustanul Arifin Caya menjelaskan dengan rinci mengenai strategi penguatan pelaporan melalui aplikasi e-Pusluh, sekaligus memperkuat gerakan penyuluh dalam mendukung target nasional LTT.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah dan komitmen seluruh pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam memperkuat peran penyuluh dan memastikan percepatan tanam berjalan sesuai dengan target nasional.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan mendukung tercapainya swasembada yang berkelanjutan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







