Kementan Terus Dorong Kinerja Penyuluh Pertanian Melalui LTT

AKURAT JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Luas Tambah Tanam (LTT) padi menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan produksi padi nasional.
Berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat LTT, diantaranya melalui pembukaan lahan sawah baru di daerah potensial, optimalisasi kondisi cuaca yang mendukung, serta memastikan ketersediaan air dan benih padi yang cukup.
Hal ini tentunya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar swasembada pangan dapat terwujud dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Mentan Amran dalam berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa target swasembada pangan yang semula direncanakan dalam tiga tahun dapat dipercepat menjadi satu tahun. Sehingga diperlukan dukungan dari semua pihak tanpa terkecuali penyuluh pertanian.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai lembaga baik di pusat maupun daerah dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Untuk mencapai swasembada pangan, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergandengan tangan dengan semua pihak,” ujar Kabadan Santi.
Selain itu, percepatan LTT sebagai program strategis Kementerian Pertanian juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas di lapangan, yang pada akhirnya akan membuka peluang ekspor dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam acara Ngobrol Asyik Bersama Petani (Ngobras) Volume 11 yang diselenggarakan pada Selasa (25/03/2025) dengan tema.
“Mendorong Kinerja Penyuluh Pertanian Melalui Pelaporan LTT”, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Purwanta menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani.
“Penyuluh pertanian harus lebih proaktif dalam membantu petani, memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi, serta memastikan proses tanam berjalan sesuai rencana,” ujar Purwanta.
Melalui pelaporan LTT yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, maka data harian dapat dikumpulkan secara lebih akurat, cepat, dan terintegrasi.
Untuk mendukung hal ini, dirinya mendorong para penyuluh dapat mengakses dan memanfaatkan aplikasi e-Pusluh sehingga dapat melaporkan data secara real-time, ucapnya lagi.
“Karena keberhasilan swasembada pangan bergantung pada dukungan semua pihak, dan penyuluh pertanian berperan sebagai garda terdepan di lapangan,” pungkas Purwanta. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





