Jakarta

Sputnik Sebut WhatsApp Ikut Fasilitasi Israel Bunuh Pemimpin Hamas Ismail Haniyah, Rudal Tembus Pengamanan VVIP Tanpa Merusak Atap Gedung

Sastra Yudha | 4 Agustus 2024, 08:14 WIB
Sputnik Sebut  WhatsApp Ikut Fasilitasi Israel Bunuh Pemimpin Hamas Ismail Haniyah, Rudal Tembus Pengamanan VVIP Tanpa Merusak Atap Gedung

AKURAT JAKARTA - Bagaimana Israel bisa mengetahui tempat tinggal pemimpin Hamas yang juga mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, masih jadi pertanyaan public.

Pun dengan cara Israel menembakkan rudal menggunakan Drone yang menembus kediaman Ismail Haniyah tanpa menghancurkan Gedung bertingkat dengan pengamanan super ketat alias VVIP.

Apakah ada 'orang dalam' pemerintahan Iran yang terlibat dalam pembunuhan Ismail Haniyah? Semuanya masih dalam proses penyelidikan.

Terbaru, ada tuduhan yang menyebut pihak tertentu memasang spyware ke dalam ponsel Ismail Haniyah, melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga: Diikuti Ribuan Ibu-ibu, Ketua Perwosi Kabupaten Tangerang Intan Nurul Hikmah Canangkan Gerakan Daerah Melawan Osteoporosis

Sputnik menuliskan, laporan yang belum dikonfirmasi kebenarannya, menyebutkan bahwa serangan terhadap Ismail Haniyah difasilitasi oleh WhatsApp.

Spyware diduga dipasang di ponsel Ismail Haniyah melalui akun WhatsApp miliknya, sehingga memudahkan Israel melacak lokasi tempat Ismail Haniyah berada saat itu juga.

Seorang jurnalis yang berkantor di Brussels, Elijah J Mangier, menyatakan bahwa Ismail Haniyah dibunuh setelah melakukan percakapan dengan putranya.

"Pada saat itulah lokasi Haniyah terlacak," ungkap jurnalis di wilayah tersebut, meski tidak menyebutkan sumber informasinya.

Perangkat lunak mata-mata yang dimaksud diduga mirip dengan perangkat lunak Pegasus terkenal, yang dikembangkan oleh firma intelijen dunia maya Israel NSO Group.

Baca Juga: SIM Keliling Jakarta Buka Hari Ini, Minggu 4 Agustus 2024, Cek Lokasinya di Sini

Namun hingga kini, Meta yang merupakan induk perusahaan yang menaungi WhatsApp, belum mengomentari masalah ini.

Kabarnya, pihak Meta telah meningkatkan upaya untuk menghapus referensi ke Hamas dari platformnya.

Terbaru adalah penghapusan postingan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2024.

“Biarlah ini menjadi pesan yang jelas dan tegas kepada Meta: Hentikan tindakan pengecut ini,” tulis Anwar di laman media sosialnya.

Seperti diberitakan, Ismail Haniyah meninggal dunia dalam serangan rudal yang dilakukan Israel saat berada di Teheran, Iran, pada 31 Juli 2024.

Ismail Haniyah berada di Iran untuk menghairi pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian.

Selama berada di Iran, Ismail Haniyah menginap di sebuah wisma di kompleks Al-Zahra di distrik Zafaraniyeh, Teheran.

Baca Juga: Gila! Pria Ini Jualan Narkoba dari Masjid di Koja, Lima Tahun Nyamar Jadi Marbot, Disita 27 Paket Sabu Siap Edar

Tempat Ismail Haniyah menginap mendapat pengamanan tingkat tinggi, termasuk pengawalan keamanan dari unit polisi khusus Iran, untuk melindungi tamu negara VVIP.

Serangan terhadap tempat tinggal Ismail Haniyah dilakukan sekitar pukul 01.45 waktu setempat.

Sebuah pesawat kecil tak berawak atau drone menargetkan kamar Haniyeh dengan tepat. Bahkan, tidak terjadi kerusakan berarti di lokasi kejadian.

Bukti visual menunjukkan bahwa bangunan Al-Zahra hanya mengalami kerusakan yang sangat kecil.

Bahkan lantai atasnya tetap utuh. Hanya ada kerusakan ringan di lantai tempat Ismail Haniyah menginap.

Sumber-sumber keamanan setempat menyatakan, operasi tersebut dilakukan secara lokal dalam lingkup yang dekat, sebagaimana ditunjukkan oleh radius ledakan.

Baca Juga: 90 Persen Difabel di Jaktim Tidak Dapat Bansos, Heru Budi: Kami Verifikasi Seminggu Selesai

Bangunan tinggi terdekat yang dapat dilihat secara langsung dari kompleks Al-Zahra adalah gedung Senator Palace di dekatnya.

Namun, tidak ada indikasi dari kepolisian atau keamanan setempat bahwa peluncuran rudal direncanakan dari gedung kondominium mewah tersebut. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.