Jakarta

Setelah Dikecam Natizen, Anggota DPD RI Arya Wedakarna yang Dituding Rasis ke Wanita Berjilbab Akhirnya Beri Klarifikasi: Video itu Dipotong...

Sastra Yudha | 2 Januari 2024, 19:32 WIB
Setelah Dikecam Natizen, Anggota DPD RI Arya Wedakarna yang Dituding Rasis ke Wanita Berjilbab Akhirnya Beri Klarifikasi: Video itu Dipotong...

AKURAT JAKARTA - Setelah dikecam habis-habisan oleh netizen karena dituding rasis dan anti toleransi terhadap wanita berjilbab, anggota DPD RI Arya Wedakarna akhirnya memberikan klarifikasi.

Klarifikasi Arya Wedakarna disampaikan dalam bentuk video dan diunggah di instagram miliknya.

Senator asal Bali itu menyebut, ada pihak tak bertanggungjawab yang memotong dan menyebarkan video tersebut.

"Atas masukan dari para tokoh bangsa, maka saya senator DPD RI Arya Wedakarna dengan ini menyampaikan beberapa hal meluruskan, mengklarifikasi, terkait dengan beredarnya potongan dari rapat kerja kami selaku Komite I Bidang Hukum DPD RI utusan Provinsi Bali,” kata Arya Wedakarna.

Baca Juga: Anggota DPD RI Arya Wedakarna Dituding Rasis ke Wanita Berjilbab, Begini Komentar Tokoh Bali Ni Luh Djelantik

Disebutkan bahwa video tersebut terkait dengan rapat dengar pendapat Komite I DPD RI bersama dengan jajaran Airport Ngurah Rai, Bea-Cukai, dan juga instansi terkait.Rapat dengar pendapat dilaksanakan di kantor Airport Ngurah Rai pada tanggal 29 Desember 2023.

"Di mana dalam rapat itu, kami menindaklanjuti di masa reses, masa sidang bulan Desember 2023 sebagai amanat konstitusi," kata Arya Wedakarna dalam video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram, pada Selasa 2 Desember 2024.

"Maka dari itu, saya ingin menyampaikan bahwa terkait dengan video viral yang beredar di masyarakat bahwa video yang beredar adalah video yang telah dipotong oleh sejumlah media ataupun oleh orang yang tidak bertanggung jawab," lanjutnya.

Arya Wedakarna mengatakan, saat itu pihaknya sedang memberikan arahan kepada petugas Bea-Cukai dan Bandara Ngurah Rai, agar memprioritaskan putra-putri terbaik dari Bali untuk menjadi front liner Bandara Ngurah Rai.

"Saat itu kami memberikan arahan kepada petugas Bea-Cukai yang hadir dan juga pimpinan Bea-Cukai, untuk yang pertama, jika memungkinkan untuk bisa diprioritaskan putra-putri terbaik dari Bali untuk menjadi staf di bagian terdepan atau frontliner yang menyambut para tamu setelah mendarat pesawat di Airport Ngurah Rai," katanya.

Baca Juga: Anggota DPD RI dari Bali Ini Rasis ke Wanita Berjilbab, Netizen Ramai-ramai Mengecam, Ahmad Sahroni DPR: Duh Bapak Gemesin Amat Sih...!

Menurut Arya Wedakarna, permintaanya itu merupakan hal yang sangat wajar. "Siapa pun dan di mana pun, tetap semangat putra daerah menjadi cita-cita dari semua wakil rakyat," katanya.

Kedua, Arya Wedakarna meminta front liner Bandara Ngurah Rai Bali mengedepankan ciri-ciri kebudayaan Bali, salah satunya dengan memakai beras suci saat bertugas.

"Nomor dua, kami memberikan arahan, termasuk pada saat itu kami meminta kepada seorang karyawan atau karyawati yang kebetulan bersuku Bali hadir untuk dapat lebih mengedepankan ciri-ciri kebudayaan Bali di dalam proses menyambut selamat datang atau pemeriksaan Bea-Cukai. Misalkan, kami menyarankan untuk dapat menggunakan bije atau beras suci yang biasanya didapat setelah bersembahyang," katanya.

Hal tersebut, menurut Arya Wedakarna, telah diatur dalam Perda Bali untuk seluruh komponen wisata di Bali adalah pariwisata yang dijiwai agama Hindu.

"Maka dari itu, kami tidak ada menyebutkan nama agama apa pun, nama suku apa pun, dan juga kepercayaan apa pun. Bahwa hal tersebut sudah selaras dengan peraturan Perda Bali No 2 Tahun 2012 yakni tentang Pariwisata Bali yang berlandaskan kebudayaan yang dijiwai oleh agama Hindu," tutupnya.

Baca Juga: Didekati Pangeran Qatar, Bella Hadid Beri Syarat: Sumbangkan Hartamu ke Palestina, Aku Siap Memberikan Perhatianku Padamu

Sebelumnya beredar di media sosial, video amatir yang memperlihatkan Arya Wedakarna sedang berbicara di hadapan forum rapat.

Dalam forum tersebut, Arya Wedakarna mengatakan, dirinya tidak suka dengan petugas wanita di Bandara Bali yang mengenakan penutup kepala alias jilbab.

Arya pun meminta agar tidak ada lagi wanita berjilbab yang bertugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebab, menurutnya, Bali bukan Timur Tengah.

Sebaliknya, Arya ingin petugas di Bandara Ngurah Rai diganti dengan gadis Bali, dengan rambut terurai dan terbuka.

"Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas. This is not Middle East. Enak aja, ini Bali. Pakai bunga kek, pakai apa kek," ujar Arya.

Baca Juga: 10 Fakta Vanila yang Jarang Orang Tahu, Salah Satu Bahan Baku Populer yang Punya Harga Fantastis

"Saya nggak mau yang front line, front line itu (wanita pakai jilbab). Saya mau yang gadis Bali, kayak kamu. Rambutnya terlihat terbuka," kata Arya.

Video tersebut mendapat kecaman dari para netizen. Di kolom komentar, banyak yang menyebut Arya Wedakarna telah bertindak rasis dan anti toleransi. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.