Jakarta

Viral Kritik Program Makan Siang Gratis Tak Lengkap, Siswa SMK di Bogor Dipanggil Guru dan Diminta Klarifikasi Permintaan Maaf

Menggi Febrianti | 24 November 2024, 20:46 WIB
Viral Kritik Program Makan Siang Gratis Tak Lengkap, Siswa SMK di Bogor Dipanggil Guru dan Diminta Klarifikasi Permintaan Maaf

AKURAT JAKARTA - Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa SMK Negeri 1 Kota Bogor, bernama Raffi, mengkritik program makan siang gratis menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Dalam video tersebut, Raffi menyampaikan keluhannya terkait ketidaksesuaian porsi makan siang yang diterima temannya, yang tidak sesuai dengan standar menu yang seharusnya.

Program makan siang gratis tersebut adalah bagian dari inisiatif pemerintah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @undercover.id pada Minggu (24/11) ini menunjukkan bahwa teman Raffi hanya mendapatkan susu, sayur kangkung, dan semangka, namun tidak ada nasi dan lauk-pauk lain seperti yang dijanjikan.

Baca Juga: Wanita Wajib Tahu! Berikut 16 Produk Kosmetik Suntik yang Izinnya Dicabut BPOM Karena Berbahaya, Ada Merek yang Biasa Kalian Pakai?

Raffi yang awalnya ingin membuat konten bercanda justru mendapatkan perhatian besar setelah video tersebut menjadi viral. Hal ini berujung pada pemanggilan dirinya oleh pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi.

Raffi kemudian menyampaikan permohonan maaf dengan tegas, "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Raffi, saya disini ingin mengklarifikasi video yang sedang beredar di media sosial, yang dimana di dalam video tersebut terdapat teman saya yang mendapatkan makan gratis, tetapi porsinya tidak sesuai dengan teman-teman lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Raffi menambahkan, "Disini saya ingin meminta maaf atas kejadian tersebut, dimana kejadian tersebut telah diganti oleh pihak panitia penyelenggaranya dengan porsi yang sesuai. Saya juga ingin meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan, terutama Partai Gerindra. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak tersebut."

Yang mana ekurangan porsi tersebut merupakan kesalahan yang tidak disengaja oleh pihak vendor dan sudah diganti oleh penyelenggara dengan porsi yang sesuai.

Ia juga menegaskan agar berbagai akun yang masih mengunggah video miliknya segera menghapusnya karena masalah tersebut sudah diselesaikan.

"Dan saya juga memohon untuk akun-akun yang telah merepost video tersebut untuk segera meng take down, karena telah menyangkut nama baik sekolah," tuturnya menutup klarifikasi tersebut.

Dalam video klarifikasi yang diunggah, Raffi dengan penuh penyesalan menjelaskan bahwa tujuan dari video sebelumnya adalah untuk mengungkapkan ketidaksesuaian porsi makanan yang diterima temannya.

Ia menyebutkan bahwa dalam program tersebut, siswa seharusnya mendapatkan nasi, telur dadar, sayur kangkung, semangka, dan susu kotak.

Namun, temannya yang ia tunjuk dalam video tidak menerima nasi dan telur, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam porsi makanan.

Program makan siang gratis yang diluncurkan oleh pemerintah bertujuan untuk memberikan gizi yang lebih baik kepada siswa, khususnya di sekolah-sekolah dengan anggaran terbatas. Menu yang direncanakan mencakup nasi, telur dadar, sayur kangkung, semangka, dan susu kotak.

Namun, insiden yang terjadi di SMK Negeri 1 Bogor menunjukkan adanya kesalahan dalam distribusi makanan yang tidak sesuai dengan rencana.

Kesalahan teknis yang menyebabkan kekurangan porsi ini tentunya menimbulkan kontroversi, apalagi mengingat bahwa program ini seharusnya menjadi upaya untuk mendukung kesejahteraan gizi siswa.

Meski pihak penyelenggara telah melakukan perbaikan, permasalahan ini tetap menimbulkan perhatian dari masyarakat dan media sosial.

Baca Juga: MERINDING! Momen Penampilan Memukau Byeon Woo Seok di Panggung MAMA Awards 2024 Bikin Kagum Fans, Netizen: Sunjae Beneran Ada

Setelah video klarifikasi tersebut beredar, berbagai tanggapan muncul dari warganet. Sebagian besar merasa bingung mengapa Raffi yang hanya berusaha mengkritik ketidaksesuaian menu malah diminta untuk meminta maaf.

Banyak yang berpendapat bahwa kritik tersebut seharusnya diterima sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Hingga artikel ini diterbitkan, video klarifikasi yang diunggah oleh Raffi telah disukai lebih dari 13.700 pengguna Instagram, dengan berbagai komentar yang beragam.

Beberapa warganet mengapresiasi sikap Raffi yang berani mengungkapkan ketidaksesuaian tersebut, sementara yang lain merasa bahwa klarifikasi dan permintaan maaf tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan.**

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
M
Editor
M. Rafix