Body Checking Kontestan Miss Universe, Kuasa Hukum Minta Hapus Rekaman CCTV di Ballroom Hotel
Afriadi B | 8 Agustus 2023, 21:19 WIB

AKURAT.CO - Sejumlah finalis Miss Universe Indonesia 2023 mengaku menjadi korban pelecehan seksual, saat diminta foto tanpa busana dengan alasan body checking di ballroom hotel.
Kuasa hukum para kontestan, Mellisa Anggraini, meminta polisi menyisir CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).
Pasalnya, di dalam ballroom tersebut disinyalir adanya sebuah CCTV yang merekam aksi pemotretan tersebut.
"Pasti, pastinya (minta polisi sisir CCTV)," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2023).
Menurutnya, hal itu berdasarkan keterangan para korban. Katanya, beberapa kontestan ada yang melihat adanya CCTV yang terpasang di beberapa sudut ballroom.
Oleh karena itu, Mellisa khawatir jika memang ada rekaman CCTV itu, khawatir akan tersebar.
"Itu kekhawatiran juga ya. Karena memang dari beberapa korban menyampaikan mereka sempat melihat ada CCTV di dekat mereka," ucapnya.
Namun, tetap harus dipastikan apakah CCTV tersebut menyorot ke arah para kontestan yang sedang body checking itu atau tidak.
"Tetapi harus dipastikan lagi. Kira-kira apakah benar-benar menyorot, dan itu akan diminta oleh pihak kepolisian," ujarnya.
Sebelumnya, Kuasa hukum korban pelecehan seksual kontestan ajang kecantikan Miss Universe Indonesia (MUID) 2023, Mellisa Anggraeni mengatakan, awalnya jika para kontestan diberitahu melakukan fitting baju.
Namun, sesampainya di lokasi para konsestan justru di lakukan body checking.
"Sehingga tentu saja teman-teman kontestan ini cukup terkejut karena sebenarnya agenda mereka hari itu adalah fitting," katanya di Jakarta, Senin (7/8/2023).
Menurutnya, body checking yang dilakukan secara sembrono melanggar hak-hak pribadi private. Dimana, dilakukan di sebuah ballroom hotel dengan penutup seadanya.
"Ballroom yang kita ketahui ada CCTV dari segala sudut, dan hanya disekat seada-adanya, disekat dengan banner, di sekat dengan gantungan baju,"ucapnya.
Saat ini, salah satu finalis Miss Universe Indonesia bernama Natasha telah melaporkan PT Capella Swastika Karya selaku pihak penyelenggara ke Polda Metro Jaya.
Laporan Natasha diterima dan teregistrasi dengan nomor STTLP/B/4598/VIII/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


