Jakarta

Gerebek Bandar Narkoba, 2 Polisi Hanyut Terseret Arus Sungai Katingan

Yusuf Doank | 4 Juli 2026, 18:02 WIB
Gerebek Bandar Narkoba, 2 Polisi Hanyut Terseret Arus Sungai Katingan
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – Tim gabungan hingga kini masih terus berjuang melakukan pencarian terhadap dua personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Kedua anggota Polri tersebut dilaporkan hilang diduga akibat hanyut di Sungai Katingan saat menjalankan tugas penggerebekan terduga bandar narkoba, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartanto menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh kekuatan demi mempercepat proses penemuan kedua anggotanya. Fokus operasi saat ini difokuskan pada penyisiran aliran sungai.

Baca Juga: DTKJ Usulkan Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Penumpang Diusulkan Bayar Rp2.000, Ini Alasannya

"Fokus utama kami saat ini adalah menyisir aliran Sungai Katingan untuk menemukan keberadaan kedua anggota kami. Seluruh sumber daya yang tersedia telah kami kerahkan guna mempercepat proses pencarian," kata Dodik Hartanto saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Jumat (3/7/2026).

Guna mengoptimalkan penyisiran, Polres Katingan tidak bergerak sendiri. Operasi pencarian intensif ini turut melibatkan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) serta Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah, ditambah personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya.

Tim gabungan menyisir sejumlah titik krusial di sepanjang aliran Sungai Katingan. Wilayah ini merupakan lokasi terakhir kedua personel terlihat saat melakukan operasi penindakan di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

"Kami tidak bekerja sendiri. Seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi agar proses pencarian dapat berjalan optimal," tambah Dodik.

Meski pencarian dilakukan secara masif, Dodik mengakui tim di lapangan menghadapi kendala yang cukup berat. Karakteristik arus Sungai Katingan yang sangat deras memaksa tim SAR untuk bergerak ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan para personel selama operasi berlangsung.

Sebagai langkah antisipasi, area pencarian kini mulai diperluas, baik dengan menyisir kawasan bantaran sungai maupun pemantauan langsung di atas permukaan air menggunakan perahu karet dan peralatan penyelamatan yang tersedia.

"Kondisi arus sungai memang menjadi tantangan, namun pencarian akan terus kami lakukan semaksimal mungkin," tegasnya.

Hingga Jumat siang, kedua personel Satresnarkoba tersebut masih belum berhasil ditemukan. Pihak kepolisian pun berharap adanya mukjizat dan bantuan informasi dari warga sekitar.

"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kedua anggota kami segera ditemukan. Kami akan terus berupaya hingga proses pencarian membuahkan hasil," pungkas Dodik.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y