Jakarta

Pengamen Bakar Pagar Rumah di Bekasi karena Tak Kasih Uang, Begini Akhir Kasusnya

Yusuf Doank | 25 Juni 2026, 23:40 WIB
Pengamen Bakar Pagar Rumah di Bekasi karena Tak Kasih Uang, Begini Akhir Kasusnya
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – Kasus pembakaran pagar rumah warga oleh tiga pria pengamen di Kampung Kemang, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, resmi berakhir damai.

Penyelesaian perkara ini ditempuh melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice) dalam mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Pondok Gede, Rabu (24/6/2026) malam.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, membenarkan bahwa pihak korban dan orang tua para pelaku telah bertemu untuk menyelesaikan insiden tersebut secara kekeluargaan.

Baca Juga: Lawan Komersialisasi, Pertunjukan Musik di Bandung Ini Ganti Tiket Konser dengan Beras

"Semalam sudah dimediasi sama Polsek. Akhirnya orang tua yang bersangkutan ketemu untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Sudah berdamai," ujar Suparyono saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).

Suparyono menambahkan, melalui pendekatan restorative justice ini, terdapat sejumlah poin kesepakatan kewajiban ganti rugi materiil yang wajib dipenuhi oleh pihak pelaku kepada korban.

Pelaku Siap Ganti Rugi dan Mengaku Diancam

Pemilik rumah yang menjadi korban, Aan Sarifudin, menyatakan bahwa dirinya telah menerima iktikad baik dan permohonan maaf yang disampaikan secara langsung oleh perwakilan keluarga pelaku.

"Alhamdulillah dari perwakilan keluarga pelaku sudah datang bertemu dengan keluarga saya dan sudah meminta maaf. Mereka siap bertanggung jawab dan melakukan ganti rugi," kata Aan.

Dalam forum mediasi tersebut, terungkap pula fakta baru di balik aksi nekat para pengamen tersebut. Salah satu pelaku mengaku terpaksa menyulut api ke pagar rumah korban karena berada di bawah tekanan dan ancaman senjata tajam oleh rekannya yang lain.

"Kalau cerita dari orang itu, mereka disuruh sama satu temannya untuk membakar pagar. Kalau tidak diturutin, mereka diancam mau ditusuk pisau sama temannya sendiri," ungkap Aan.

Motif Sakit Hati Tidak Diberi Uang

Meskipun ada unsur ancaman antar-sesama pelaku, polisi menjelaskan bahwa pemicu awal dari insiden ini murni karena rasa kesal kelompok pengamen tersebut terhadap pemilik rumah.

"Motifnya sementara karena kesal saja tidak dikasih uang pas main (ngamen)," jelas AKP Suparyono.

Sebelumnya, aksi pembakaran ini sempat memicu keresahan warga setelah rekaman kamera pengawas (CCTV).

Di sana memperlihatkan detik-detik tiga pengamen membakar pagar rumah warga di kawasan Pondok Gede pada Rabu (24/6/2026) beredar luas di media sosial.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y