Muka Datar Mengaku Menyesal, Alibi Taufik Hidayat Saat Dicecar Polisi Beredar di Media Sosial

AKURAT JAKARTA – Taufik Hidayat pelaku penyekapan dan penyiksaan sadis terhadap Yuvita Tri Rezeki (29) berhasil ditangkap di sebuah rumah milik kerabatnya di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung pada Selasa (23/6) sore.
Pelaku ditangkap dan digiring pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut terkait motif pelaku melakukan penyekapan dan penyiksaan sadis.
Dalam proses penangkapan semalam, ebuah rekaman milik anggota kepolisian beredar di media sosial X melalui akun @is_pelssy.
Dalam rekaman berdurasi 1 menit 19 detik tersebut memperlihatkan momen saat TH alias Yuda diinterogasi singkat usai penangkapan.
Ia mengaku menyesal dan siap bertanggung jawab atas kejahatan luar biasa yang telah ia perbuat kepada korban.
"Tanggung jawab Pak, saya menyesal," ucap Taufik Hidayat dengan raut muka datar tanpa ekspresi di hadapan penyidik.
Baca Juga: Dijaga Ketat 24 Jam, Penyekap Wanita di Bandung Taufik Hidayat Dijebloskan ke Sel Khusus
Tak hanya mengaku menyesal, dalam potongan video itu, pihak kepolisian sempat menanyakan motif korban melakukan penyiksaan keji kepada Yuvita.
Pelaku bahkan sempat membantah melakukan tindakan yang diungkap korban dan keluarga korban.
1. Bibir Digunting Versi Pelaku Hanya Dihantam Helm
Taufik Hidayat membantah keras tuduhan bahwa dirinya telah menggunting bibir korban hingga robek parah.
Pelaku berdalih bahwa luka mengerikan di area mulut tersebut murni karena kerasnya benturan helm yang dihantamkan ke wajah korban.
Hantaman brutal itu diklaim membuat bibir korban sobek dan giginya patah.
"Kenapa kamu tega menggunting bibirnya? Masa kamu tega merusaknya sampai parah gitu?" tanya penyidik dalam bahasa Sunda.
"(Dipukul pakai) Helm, giginya copot satu, dua kali (dipukul) copot lagi," jawab Taufik Hidayat dengan nada santai sambil mengayunkan tangannya mempraktikkan gerakan memukul.
Meskipun pelaku berkilah, tim dokter forensik sebelumnya telah mengidentifikasi adanya bekas sayatan benda tajam di bagian tubuh korban, sehingga polisi tidak langsung memercayai alibi benturan helm tersebut.
2. Bantah Sekap 3 Tahun dan Congkel Mata Korban
TH juga membantah kesaksian mengenai masa penyekapan korban Yuvita yang disebut-sebut berlangsung selama bertahun-tahun.
Berdasarkan laporan resmi dari pihak keluarga, korban Yuvita Tri Rezeki sebenarnya telah menghilang dan disekap di dalam ruangan terisolasi yang tidak layak selama tiga tahun berturut-turut.
Namun, pelaku menyebut hanya menyekap korban selama satu setengah tahun.
"Tiga tahun berarti Anda melakukan ini?" tanya penyidik lagi memastikan.
"Satu tahun setengah Pak," bantah Taufik cepat.
Penyidik yang geram dengan jawaban pelaku kemudian kembali mencecar tersangka mengenai metode penyiksaan sadis yang mengakibatkan kerusakan permanen pada indra penglihatan Yuvita.
"Satu tahun tapi tega kamu siksa sampai keadaannya seperti itu? Bagaimana kamu menyiksanya, cara kamu mencongkel matanya bagaimana?" tanya penyidik lagi menggunakan bahasa Sunda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






