Jakarta

Alami Kebutaan Permanen Akibat Penyekapan dan Penyiksaan Selama 2 Tahun, Yuvita: "Kalau Saya Bersuara atau Teriak, Makin Disiksa"

Aisya Nur Aziza | 23 Juni 2026, 08:08 WIB
Alami Kebutaan Permanen Akibat Penyekapan dan Penyiksaan Selama 2 Tahun, Yuvita: "Kalau Saya Bersuara atau Teriak, Makin Disiksa"
Penganiayaan berat yang dialami Yuvita Tri Rezeki korban penyekapan Taufik Hidayat

AKURAT JAKARTA – Jagat media sosial digemparkan oleh pengakuan langsung Yuvita Tri Rezeki (29), korban penyekapan sistematis yang berhasil selamat dari cengkeraman kekasihnya, Taufik Hidayat.

Melalui sambungan telepon di kanal YouTube Denny Sumargo, Yuvita menceritakan betapa mengerikannya hidup dalam jeruji penyiksaan tanpa bisa meminta pertolongan.

Baca Juga: Usai Kasusnya Viral, Taufik Hidayat Tantang Hukum dan Lakukan Teror ke Saksi Kunci

Selama dua tahun, Yuvita mengaku kehilangan haknya sebagai manusia.

Ia dipaksa hidup dalam pengawasan penuh dan mengalami kekerasan fisik hingga seksual secara berlapis.

"Kalau saya enggak mau, enggak bisa. Kalau teriak makin disiksa. Saya dipukul kalau bersuara," tutur Yuvita dengan suara bergetar, dikutip Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Siasat Rapi Taufik Hidayat Kelabuhi Keluarga Yuvita: Palsukan Surat Resign hingga Paksa Korban Berbohong

Dipukul Pakas Besi hingga Helm

Yuvita memaparkan bahwa kekerasan yang diterimanya membentuk pola yang berulang.

Pelaku tidak segan-segan menghantam tubuhnya menggunakan benda tumpul apa saja yang berada di dekatnya, mulai dari helm hingga batangan besi.

Akibat fisik yang terus digempur, Yuvita kehilangan kemampuan untuk melarikan diri.

Apalagi, kerusakan organ tubuh membuatnya lumpuh secara fungsi dan sangat bergantung pada orang lain.

"Saya enggak bisa lihat, jadi ke mana-mana susah, saya cuma bisa diam," ungkap Yuvita lirih.

Baca Juga: Dikira Sembunyi, Akun TikTok Diduga Milik Taufik Hidayat Ternyata Masih Aktif

Kondisi Tragis: Ditemukan Belatung di Kepala

Kakak ipar korban, Melanie, menambahkan rincian kondisi medis Yuvita saat pertama kali ditemukan di ruang isolasi RSHS Bandung yang membuat sang ayah sempat jatuh pingsan.

Pasalnya, korban mengalami kerusakan wajah berat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.