Alami Kebutaan Permanen Akibat Penyekapan dan Penyiksaan Selama 2 Tahun, Yuvita: "Kalau Saya Bersuara atau Teriak, Makin Disiksa"

AKURAT JAKARTA – Jagat media sosial digemparkan oleh pengakuan langsung Yuvita Tri Rezeki (29), korban penyekapan sistematis yang berhasil selamat dari cengkeraman kekasihnya, Taufik Hidayat.
Melalui sambungan telepon di kanal YouTube Denny Sumargo, Yuvita menceritakan betapa mengerikannya hidup dalam jeruji penyiksaan tanpa bisa meminta pertolongan.
Baca Juga: Usai Kasusnya Viral, Taufik Hidayat Tantang Hukum dan Lakukan Teror ke Saksi Kunci
Selama dua tahun, Yuvita mengaku kehilangan haknya sebagai manusia.
Ia dipaksa hidup dalam pengawasan penuh dan mengalami kekerasan fisik hingga seksual secara berlapis.
"Kalau saya enggak mau, enggak bisa. Kalau teriak makin disiksa. Saya dipukul kalau bersuara," tutur Yuvita dengan suara bergetar, dikutip Senin (22/6/2026).
Dipukul Pakas Besi hingga Helm
Yuvita memaparkan bahwa kekerasan yang diterimanya membentuk pola yang berulang.
Pelaku tidak segan-segan menghantam tubuhnya menggunakan benda tumpul apa saja yang berada di dekatnya, mulai dari helm hingga batangan besi.
Akibat fisik yang terus digempur, Yuvita kehilangan kemampuan untuk melarikan diri.
Apalagi, kerusakan organ tubuh membuatnya lumpuh secara fungsi dan sangat bergantung pada orang lain.
"Saya enggak bisa lihat, jadi ke mana-mana susah, saya cuma bisa diam," ungkap Yuvita lirih.
Baca Juga: Dikira Sembunyi, Akun TikTok Diduga Milik Taufik Hidayat Ternyata Masih Aktif
Kondisi Tragis: Ditemukan Belatung di Kepala
Kakak ipar korban, Melanie, menambahkan rincian kondisi medis Yuvita saat pertama kali ditemukan di ruang isolasi RSHS Bandung yang membuat sang ayah sempat jatuh pingsan.
Pasalnya, korban mengalami kerusakan wajah berat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






